LUMAJANG – Kekeringan masih berdampak pada warga di enam kecamatan di Kabupaten Lumajang. Untuk memastikan penanganan terus berjalan, Pemerintah Kabupaten Lumajang memperpanjang masa tanggap darurat kekeringan hingga 11 Desember 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa warga masih menghadapi keterbatasan pasokan air bersih. Enam kecamatan terdampak meliputi Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro.
“Jadi, untuk tanggap darurat kekeringan sudah kita perpanjang sejak tanggal 8 Oktober sampai 11 Desember 2026,” ujar Isnugroho, Jumat (16/10/2026).
Enam Kecamatan Masih Membutuhkan Pasokan Air Bersih
Sebelumnya, Pemkab Lumajang menetapkan status tanggap darurat kekeringan selama 90 hari. Masa tersebut berlangsung sejak 14 Juli hingga 7 Oktober 2026.
Perpanjangan status memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan penanganan di wilayah terdampak. BPBD Lumajang terus memantau kondisi lapangan dan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami keterbatasan pasokan.
Untuk mendukung distribusi, BPBD menyiagakan enam unit truk tangki. Setiap truk memiliki kapasitas 5.000 liter air bersih.
BPBD Siapkan Distribusi Air ke 250 Titik
BPBD Lumajang mencatat target penyaluran air bersih mencapai 250 titik terdampak. Hingga Jumat (16/10/2026), distribusi masih berjalan lancar dengan dukungan para relawan.
“Untuk pembaruan titik kekeringan, berdasarkan laporan ada target 250 titik dropping. Sampai saat ini distribusi air masih lancar, dibantu relawan juga,” kata Isnugroho.
Selain menyalurkan bantuan, Pemkab Lumajang berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Koordinasi ini bertujuan memperkuat dukungan dalam menghadapi dampak kekeringan dan menjaga pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
BPBD Pantau Perkiraan Berakhirnya Musim Kemarau
Isnugroho menjelaskan bahwa musim kemarau di Lumajang diperkirakan berlangsung hingga Desember 2026. Meski begitu, ia berharap hujan turun lebih awal sesuai perkiraan BMKG yang disebutkannya.
“Semoga prediksi BMKG tidak meleset, awal November sudah hujan, walaupun di Lumajang prediksinya Desember. Kalau kekeringan bisa teratasi, otomatis tanggap darurat akan dihentikan,” ungkapnya.
BPBD Lumajang akan terus memantau perkembangan kondisi di enam kecamatan terdampak. Pemerintah daerah juga menjaga kelancaran distribusi air bersih sesuai kebutuhan warga.
Penghentian status tanggap darurat akan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan. Pemerintah berharap kondisi segera membaik agar masyarakat dapat kembali memenuhi kebutuhan air bersih secara normal.
Tinggalkan Balasan