220 Titik Genangan di Surabaya Berkurang Jadi 138, Pemkot Perkuat Sistem Drainase - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 2 Feb 2026 10:01 WIB ·

220 Titik Genangan di Surabaya Berkurang Jadi 138, Pemkot Perkuat Sistem Drainase


 220 Titik Genangan di Surabaya Berkurang Jadi 138, Pemkot Perkuat Sistem Drainase Perbesar

Surabaya, – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat sistem pengendalian banjir dengan menambah rumah pompa dan memperbesar kapasitas drainase.

Upaya ini menjadi strategi utama menekan titik genangan di kota yang sebelumnya sempat mencapai 220 lokasi. Saat ini, jumlah titik genangan berhasil ditekan menjadi 138 titik.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan pihaknya telah menyiapkan pembangunan lima rumah pompa baru di sejumlah kawasan strategis, termasuk dekat Gereja Bethany, Semolo, Nginden, dan Teluk Betung.

“Rumah pompa ini akan memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah rawan. Selain itu, normalisasi saluran tetap dilakukan secara masif dengan alat berat dan tenaga Satgas di tingkat kecamatan,” kata Hidayat, Senin (2/2/2026).

Pemkot Surabaya juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir. Kegiatan operasi dan pemeliharaan secara rutin, termasuk pengerukan saluran, menjadi prioritas menjelang puncak musim hujan Februari 2026.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, beberapa lokasi seperti Jalan Raya Tenggilis Mejoyo, Simo Kalangan, dan Margo Mulyo masih menjadi pekerjaan rumah. Pemkot berencana menanganinya secara bertahap dalam lima tahun ke depan, menggabungkan pembangunan infrastruktur dan penguatan kapasitas masyarakat.

“Upaya ini bukan hanya soal sarana prasarana, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami pentingnya menjaga saluran tetap bersih dari sampah,” ucap dia.

Sementara itu, Kabid Drainase DSDABM Surabaya, Adi Gunita, menyebut kondisi sistem drainase terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perubahan pola curah hujan.

Pada tahun 2026, 12 dari 30 sistem drainase akan mendapatkan intervensi, termasuk pembesaran long storage yang dinilai sangat penting untuk menampung aliran air saat hujan tinggi.

“Sejumlah saluran yang sebelumnya dirancang dengan kapasitas tertentu kini perlu diperbesar untuk mengakomodasi intensitas hujan yang semakin tinggi,” jelas Adi.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah