Jember, – Sebanyak 557 warga sempat mengungsi saat banjir menerjang 10 kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Setelah debit air berangsur surut, seluruh pengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan material yang terbawa arus.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember, Edi Budi Susilo, mengatakan banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Jember pada Kamis (12/2/2026) hingga Jumat (13/2/2026), sehingga menyebabkan air sungai meluap ke permukiman warga di 23 desa.
“Warga yang sempat mengungsi mencapai 557 jiwa dan tersebar di beberapa titik aman. Hari ini seluruhnya sudah kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan,” kata dia, Sabtu (14/2/2026).
Sepuluh kecamatan terdampak meliputi Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, Balung, Wuluhan, dan Puger. Dari total 7.445 kepala keluarga (KK) terdampak, Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah paling parah dengan 3.774 KK terdampak.
Selain merendam ribuan rumah, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, di antaranya 11 rumah rusak ringan, tiga jembatan ambruk, satu masjid roboh, serta sejumlah fasilitas pendidikan dan balai desa terendam.
Tinggalkan Balasan