Lumajang, – Kabupaten Lumajang dinilai memiliki paket wisata yang lengkap dan beragam, mulai dari wisata pantai, gunung, danau, air terjun, hingga kuliner dan ekonomi kreatif.
Potensi tersebut menjadikan Lumajang sebagai salah satu daerah dengan kekayaan alam yang sangat kompetitif di Jawa Timur.
Secara geografis, Lumajang memiliki garis pantai sepanjang sekitar 71 kilometer yang membentang melintasi lima kecamatan, dari Yosowilangun hingga Tempursari.
Sepanjang kawasan pesisir tersebut terdapat sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan.
Tidak hanya pantai, Lumajang juga dikenal memiliki tiga gunung berapi, di antaranya Gunung Semeru, Gunung Bromo, dan Gunung Lemongan.
Bahkan, kawasan Gunung Lemongan saat ini diproyeksikan untuk dikembangkan sebagai geopark, yang dinilai mampu memperkuat daya tarik wisata berbasis edukasi dan konservasi.
Selain itu, Lumajang juga memiliki banyak danau dan puluhan air terjun yang tersebar dari wilayah pegunungan hingga dataran rendah.
Salah satu potensi yang tengah dieksplorasi adalah air terjun di kawasan Senduro, yang ke depan diharapkan dapat menjadi destinasi wisata baru dan ikon pariwisata Lumajang.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Astiadi, menyebutkan bahwa kekayaan alam tersebut merupakan modal besar untuk mengembangkan pariwisata daerah.
Namun, ia menegaskan bahwa potensi tersebut harus diiringi dengan pengelolaan yang baik dan kolaborasi lintas sektor.
“Pariwisata itu multisektor. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media harus memiliki satu persepsi untuk memajukan pariwisata Lumajang,” katanya, Selasa (27/1/2026).
Selain objek wisata alam, sektor kuliner dan ekonomi kreatif juga menjadi peluang besar yang masih perlu dikemas secara lebih optimal.
“Selama ini, wisatawan cenderung mengunjungi destinasi favorit seperti Tumpak Sewu, kawasan Semeru, hingga Bromo,” jelasnya.
Namun setelah itu, masih banyak wisatawan yang belum mendapatkan informasi memadai terkait kuliner khas dan produk kreatif di pusat kota Lumajang.
“Kita punya banyak kuliner yang luar biasa, baik tradisional maupun modern. Tantangannya adalah bagaimana mengemas, menyajikan, dan mempromosikannya agar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan