Jalan Rusak Tergerus Lahar, Warga Lumajang Terpaksa Lewati Area Persawahan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 3 Feb 2026 13:50 WIB ·

Jalan Rusak Tergerus Lahar, Warga Lumajang Terpaksa Lewati Area Persawahan


 Jalan Rusak Tergerus Lahar, Warga Lumajang Terpaksa Lewati Area Persawahan Perbesar

Lumajang, – Kerusakan infrastruktur akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru berdampak langsung pada aktivitas harian warga di Kabupaten Lumajang. Jalan desa yang biasa digunakan warga kini rusak dan tertutup material pasir serta batu, memaksa warga mencari jalur alternatif melalui area persawahan.

Kondisi tersebut terjadi di Desa Gondoruso, Lumajang, setelah banjir lahar hujan menggerus badan jalan dan tanggul Sungai Regoyo.

Akses jalan utama tak lagi dapat dilalui kendaraan, sehingga warga di dua kecamatan harus melewati persawahan yang tertutup material sisa banjir lahar untuk tetap beraktivitas.

Meski dapat dilewati, jalur darurat di area sawah dinilai tidak layak dan berisiko. Selain licin, jalur tersebut rawan amblas terutama saat hujan turun.

Sakur, salah satu warga setempat, mengaku terpaksa menggunakan jalur tersebut setiap hari. “Kalau tidak lewat sini, kami harus memutar jauh. Jalannya masih tertutup pasir dan batu, jadi harus ekstra hati-hati,” katanya, Selasa (3/2/2026).

Kerusakan infrastruktur ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Distribusi hasil pertanian dan akses menuju fasilitas umum menjadi terhambat sejak jalan utama rusak.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen BPPJN Jawa Timur–Bali, Supriadi, mengatakan fokus utama penanganan saat ini adalah membuka akses jalan darurat agar aktivitas warga di dua kecamatan yang selama ini bergantung pada jalur tersebut dapat kembali normal.

“Yang diprioritaskan saat ini adalah membuka jalan darurat agar mobilitas warga tidak terus terganggu,” katanya.

Sementara itu, proses perbaikan tanggul yang jebol masih berpacu dengan waktu. Petugas harus bekerja ekstra karena kawasan tersebut kerap dilanda banjir lahar hujan susulan yang berpotensi menghambat proses perbaikan.

Petugas Pengawas TRC Tanggap Bencana BBWS Brantas, Agus Wintoro, menyebut ancaman banjir lahar masih menjadi kendala utama di lapangan.

“Kami terus mempercepat pekerjaan karena wilayah ini rawan kembali diterjang banjir lahar, yang bisa mengancam proses penanganan tanggul,” ucap dia.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Tak Ada Titik Api di Jalur Pos 1-2 Ranu Kumbolo, BPBD Tetap Waspadai Asap di Watu Rejeng

14 September 2026 - 08:00 WIB

Satu Pendaki Ilegal Tersesat di Semeru, 7 Rekannya Berhasil Diamankan Petugas

9 September 2026 - 12:24 WIB

Trending di Nasional