Jalan Rusak Tergerus Lahar, Warga Lumajang Terpaksa Lewati Area Persawahan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 3 Feb 2026 13:50 WIB ·

Jalan Rusak Tergerus Lahar, Warga Lumajang Terpaksa Lewati Area Persawahan


 Jalan Rusak Tergerus Lahar, Warga Lumajang Terpaksa Lewati Area Persawahan Perbesar

Lumajang, – Kerusakan infrastruktur akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru berdampak langsung pada aktivitas harian warga di Kabupaten Lumajang. Jalan desa yang biasa digunakan warga kini rusak dan tertutup material pasir serta batu, memaksa warga mencari jalur alternatif melalui area persawahan.

Kondisi tersebut terjadi di Desa Gondoruso, Lumajang, setelah banjir lahar hujan menggerus badan jalan dan tanggul Sungai Regoyo.

Akses jalan utama tak lagi dapat dilalui kendaraan, sehingga warga di dua kecamatan harus melewati persawahan yang tertutup material sisa banjir lahar untuk tetap beraktivitas.

Meski dapat dilewati, jalur darurat di area sawah dinilai tidak layak dan berisiko. Selain licin, jalur tersebut rawan amblas terutama saat hujan turun.

Sakur, salah satu warga setempat, mengaku terpaksa menggunakan jalur tersebut setiap hari. “Kalau tidak lewat sini, kami harus memutar jauh. Jalannya masih tertutup pasir dan batu, jadi harus ekstra hati-hati,” katanya, Selasa (3/2/2026).

Kerusakan infrastruktur ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Distribusi hasil pertanian dan akses menuju fasilitas umum menjadi terhambat sejak jalan utama rusak.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen BPPJN Jawa Timur–Bali, Supriadi, mengatakan fokus utama penanganan saat ini adalah membuka akses jalan darurat agar aktivitas warga di dua kecamatan yang selama ini bergantung pada jalur tersebut dapat kembali normal.

“Yang diprioritaskan saat ini adalah membuka jalan darurat agar mobilitas warga tidak terus terganggu,” katanya.

Sementara itu, proses perbaikan tanggul yang jebol masih berpacu dengan waktu. Petugas harus bekerja ekstra karena kawasan tersebut kerap dilanda banjir lahar hujan susulan yang berpotensi menghambat proses perbaikan.

Petugas Pengawas TRC Tanggap Bencana BBWS Brantas, Agus Wintoro, menyebut ancaman banjir lahar masih menjadi kendala utama di lapangan.

“Kami terus mempercepat pekerjaan karena wilayah ini rawan kembali diterjang banjir lahar, yang bisa mengancam proses penanganan tanggul,” ucap dia.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional