Gubernur Jatim Diminta Turun Tangan Mediasi Konflik Kepala Daerah di Jember - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Politik · 14 Feb 2026 18:30 WIB ·

Gubernur Jatim Diminta Turun Tangan Mediasi Konflik Kepala Daerah di Jember


 Gubernur Jatim Diminta Turun Tangan Mediasi Konflik Kepala Daerah di Jember Perbesar

Jember, – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menilai Gubernur Jawa Timur memiliki peran strategis untuk memfasilitasi mediasi konflik antara Bupati dan Wakil Bupati Jember yang saat ini tengah berselisih.

Hal tersebut disampaikan Bima usai menghadiri acara bedah buku Babad Alas di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej), Jumat (13/2/2026) petang. Ia berharap persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik terbuka di ruang publik.

“Kami menitipkan pesan agar setiap persoalan diselesaikan secara baik dan elegan, tidak menjadi konflik terbuka atau perang pernyataan. Bisa diselesaikan secara kemanusiaan,” katanya saat dikutip pada Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, kepala daerah dan wakil kepala daerah merupakan satu paket kepemimpinan yang dipilih masyarakat. Karena itu, jika terjadi dinamika atau perbedaan pandangan, penyelesaiannya harus mengedepankan komunikasi dan mediasi.

Bima menegaskan pemerintah provinsi memiliki fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah kabupaten/kota. Dalam konteks ini, gubernur dapat mengambil peran sebagai pengayom sekaligus mediator agar konflik tidak berlarut-larut.
“Pimpinan di provinsi bisa memainkan peran itu, menyediakan ruang mediasi bagi kedua belah pihak,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut konflik kepala daerah dan wakilnya juga menjadi bahan evaluasi dalam sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada).

“Pelayanan publik tetap berjalan baik dan angka kepuasan masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPMD Lumajang Ajukan Anggaran Pilkades untuk 2027, Tahapan Dimulai Enam Bulan Sebelumnya

11 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Demokrat Lumajang Akui HUT Partai Jadi Momentum Panaskan Mesin Politik

7 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Yudha Adji Kusuma: Kudatuli Menjadi Titik Balik Lahirnya Demokrasi Indonesia

27 Juli 2026 - 09:59 WIB

Supratman: Silaturahmi Jadi Ruang Satukan Visi Kader PDI Perjuangan

17 Juli 2026 - 08:51 WIB

Pemkab Lumajang Siapkan Rp 13 Miliar untuk Pilkades Serentak di 158 Desa pada 2027

2 Juli 2026 - 12:54 WIB

Gunung Kerinci, Bung Karno, dan Tafsir Perjalanan Politik di Jalur yang Menanjak

23 Juni 2026 - 10:27 WIB

Trending di Politik