Tolak Relokasi? Warga Diminta Tanda Tangan Surat Pernyataan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 27 Feb 2026 11:00 WIB ·

Tolak Relokasi? Warga Diminta Tanda Tangan Surat Pernyataan


 Tolak Relokasi? Warga Diminta Tanda Tangan Surat Pernyataan Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mengambil langkah tegas dalam upaya mitigasi bencana di kawasan terdampak aktivitas Gunung Semeru.

Warga yang menolak direlokasi diminta menandatangani surat pernyataan resmi sebagai bentuk tanggung jawab pribadi atas keputusan tersebut.

Kebijakan itu disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam pertemuan bersama warga di Balai Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Rabu (25/2/2026).

Ia menegaskan relokasi merupakan langkah yang diambil pemerintah demi keselamatan jiwa, mengingat ancaman banjir lahar masih nyata.

“Kalau memang tidak mau pindah, silakan buat surat pernyataan. Pemerintah sudah meminta relokasi, tapi tidak mau,” kata Indah, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, pendataan tersebut penting agar ada kejelasan sikap di tengah situasi darurat bencana. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyiapkan solusi berupa lahan relokasi dan rencana pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak.

Ancaman yang dihadapi bukan tanpa alasan. Material vulkanik sisa erupsi yang menutup sejumlah alur sungai berpotensi kembali bergerak saat hujan deras turun. Jika terjadi banjir lahar, dampaknya bisa mengarah langsung ke permukiman warga.

Indah menegaskan, kebijakan relokasi bukan bentuk paksaan, melainkan langkah preventif untuk menghindari korban jiwa. “Ini soal nyawa. Jangan sampai kita menyesal ketika sudah terjadi,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Boleh Bertani, Wajib Pulang ke Huntap, Skema Relokasi Fleksibel ala Pemkab Lumajang

27 Februari 2026 - 11:06 WIB

PT KAI Daop 9 Jember Tawarkan Diskon 30 Persen Hingga 29 Maret 2026

26 Februari 2026 - 11:33 WIB

Kolom Abu 3.000 Meter, Erupsi Semeru Masih Berlangsung

24 Februari 2026 - 17:51 WIB

Trauma Banjir Lahar, Siswi SD Absen Usai Terseret Sungai

24 Februari 2026 - 17:38 WIB

Derasnya Lahar Semeru Seret Siswi SD di Candipuro

23 Februari 2026 - 14:18 WIB

Dody Hanggodo: 320 Warga Dusun Jugosari Sempat Terisolir, Akses Jalan Berhasil Dibuka

21 Februari 2026 - 20:46 WIB

Trending di Nasional