Boleh Bertani, Wajib Pulang ke Huntap, Skema Relokasi Fleksibel ala Pemkab Lumajang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 27 Feb 2026 11:06 WIB ·

Boleh Bertani, Wajib Pulang ke Huntap, Skema Relokasi Fleksibel ala Pemkab Lumajang


 Boleh Bertani, Wajib Pulang ke Huntap, Skema Relokasi Fleksibel ala Pemkab Lumajang Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menerapkan skema relokasi yang fleksibel bagi warga terdampak aktivitas Gunung Semeru.

Meski diminta pindah dari zona rawan bencana, masyarakat tetap diperbolehkan mengelola lahan pertanian mereka pada siang hari.

Kebijakan ini diambil sebagai jalan tengah antara faktor keselamatan dan keberlangsungan ekonomi warga. Banyak masyarakat menggantungkan hidup pada kebun kopi, sengon, durian, hingga pisang yang berada di kawasan terdampak erupsi.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan pemerintah tidak melarang warga bekerja di lahan mereka. Namun, ada aturan yang harus dipatuhi demi mengurangi risiko.

“Kalau mau kerja di sana, silakan. Tapi sore atau malam pulang ke Huntap. Boleh bekerja, tapi dengan aturan yang benar,” katanya, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, kewajiban kembali ke Hunian Tetap (Huntap) pada sore atau malam hari bertujuan menghindari risiko ketika aktivitas vulkanik meningkat atau hujan deras turun yang dapat memicu banjir lahar.

“Kalau mau kerja tdak apa-apa, asal setelah sore atau malam langsung pulang ke huntap lagi,” jelasnya.

Material vulkanik yang masih menutup alur sungai berpotensi bergerak sewaktu-waktu saat intensitas hujan tinggi.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional