Boleh Bertani, Wajib Pulang ke Huntap, Skema Relokasi Fleksibel ala Pemkab Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 27 Feb 2026 11:06 WIB ·

Boleh Bertani, Wajib Pulang ke Huntap, Skema Relokasi Fleksibel ala Pemkab Lumajang


 Boleh Bertani, Wajib Pulang ke Huntap, Skema Relokasi Fleksibel ala Pemkab Lumajang Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menerapkan skema relokasi yang fleksibel bagi warga terdampak aktivitas Gunung Semeru.

Meski diminta pindah dari zona rawan bencana, masyarakat tetap diperbolehkan mengelola lahan pertanian mereka pada siang hari.

Kebijakan ini diambil sebagai jalan tengah antara faktor keselamatan dan keberlangsungan ekonomi warga. Banyak masyarakat menggantungkan hidup pada kebun kopi, sengon, durian, hingga pisang yang berada di kawasan terdampak erupsi.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan pemerintah tidak melarang warga bekerja di lahan mereka. Namun, ada aturan yang harus dipatuhi demi mengurangi risiko.

“Kalau mau kerja di sana, silakan. Tapi sore atau malam pulang ke Huntap. Boleh bekerja, tapi dengan aturan yang benar,” katanya, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, kewajiban kembali ke Hunian Tetap (Huntap) pada sore atau malam hari bertujuan menghindari risiko ketika aktivitas vulkanik meningkat atau hujan deras turun yang dapat memicu banjir lahar.

“Kalau mau kerja tdak apa-apa, asal setelah sore atau malam langsung pulang ke huntap lagi,” jelasnya.

Material vulkanik yang masih menutup alur sungai berpotensi bergerak sewaktu-waktu saat intensitas hujan tinggi.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ibu Rumah Tangga Lumajang: MBG Sangat Menyentuh Kehidupan Kami

22 Juni 2026 - 11:49 WIB

Ribuan Warga Lumajang Desak Evaluasi MBG, Bukan Penghentian Program

22 Juni 2026 - 11:11 WIB

Erupsi Semeru Disertai Awan Panas 4,5 Kilometer dan Kolom Abu 1.000 Meter

19 Juni 2026 - 11:13 WIB

Aliansi Mahasiswa menggugat, Enam Tuntutan Dibawa ke DPRD Lumajang

18 Juni 2026 - 15:12 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Jadi Perhatian Warga Lumajang, Antrean Pertalite Mengular

11 Juni 2026 - 08:47 WIB

Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Harga Kebutuhan Pokok di Lumajang

9 Juni 2026 - 15:22 WIB

Trending di Nasional