Lumajang, – Pemerintah terus mempercepat pembangunan tanggul di aliran Sungai Regoyo, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, untuk melindungi jalan dan lahan pertanian warga dari ancaman banjir lahar Gunung Semeru.
Kementerian Pekerjaan Umum mencatat sedikitnya 14 titik infrastruktur rusak akibat banjir lahar sejak Desember 2025. Untuk mencegah kerusakan berulang, aliran sungai diarahkan ke tengah agar tidak langsung menghantam tanggul utama.
Tanggul sepanjang 183 meter ini diperkuat dengan bronjong setinggi enam meter, sementara dua unit kisdam dibangun di hulu sungai sebagai penahan awal arus lahar.
“Pemasangan bronjong saat ini telah mencapai 32,5 persen. Jika cuaca mendukung, proyek ini ditargetkan rampung dalam satu minggu ke depan, sehingga infrastruktur dan pertanian warga dapat kembali aman sebelum arus mudik dan Lebaran 2026,” kata Pengawas Pelaksanaan Proyek Erupsi Semeru, Agus Wintoro, Rabu (4/3/2026).
Ia menambahkan, keberadaan kisdam telah teruji saat banjir lahar pada 28 Februari 2026 dengan intensitas hujan 44 milimeter dan tetap bertahan tanpa kerusakan.
Proyek ini diharapkan tidak hanya mengamankan akses transportasi, tetapi juga menjadi perlindungan bagi ribuan hektar lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga sekitar.
“Estimasi minggu ini kalau cuaca mendukung akan selesai 100 persen,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan