Pariwisata Berbasis Data Lumajang dan Kebijakan Baru - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 26 Apr 2026 18:54 WIB ·

Berbasis Data, Lumajang Arahkan Pariwisata Lebih Tepat Sasaran dan Berdampak Ekonomi


 Berbasis Data, Lumajang Arahkan Pariwisata Lebih Tepat Sasaran dan Berdampak Ekonomi Perbesar

Data Jadi Dasar Pengembangan Pariwisata

Pemerintah Kabupaten Lumajang mengarahkan pengembangan pariwisata berbasis data agar lebih tepat sasaran. Melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan Sensus Ekonomi 2026, pemerintah menyusun kebijakan yang lebih terukur.

Selain itu, pendekatan ini muncul seiring tren positif sektor pariwisata. Pada Triwulan I 2026, total kunjungan mencapai 476.062 wisatawan dan melampaui target 450.000.

Dari jumlah tersebut, wisatawan nusantara mendominasi dengan 460.036 kunjungan. Sementara itu, wisatawan mancanegara tercatat 16.026 kunjungan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa pertumbuhan ini harus diikuti pengelolaan berbasis data.

“Pariwisata harus dikelola berbasis data agar kebijakan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.


Pola Kunjungan dan Kekuatan Destinasi

Data menunjukkan konsentrasi kunjungan pada destinasi unggulan. Pantai Watu Pecak mencatat 103.075 wisatawan, sedangkan Tumpak Selo mencapai 95.305 kunjungan.

Selain itu, Selokambang dan Tirtosari juga mencatat angka signifikan. Di sisi lain, Air Terjun Tumpak Sewu menjadi magnet utama wisatawan mancanegara dengan 15.908 kunjungan internasional.

Temuan ini menunjukkan bahwa pasar global mulai terbentuk. Namun demikian, kunjungan masih terkonsentrasi pada beberapa titik.

“Dengan data, kita bisa membaca pola kunjungan dan menentukan langkah perbaikan,” kata Bunda Indah.

Secara waktu, tren kunjungan juga meningkat. Januari mencatat 132.244 kunjungan, kemudian Februari turun menjadi 60.992. Setelah itu, Maret melonjak hingga 282.826 kunjungan.

Lonjakan ini menandakan promosi mulai efektif dan daya tarik wisata semakin kuat.


Integrasi Data Dorong Dampak Ekonomi

Melalui Desa Cantik, pemerintah mengumpulkan data mikro di tingkat desa. Data ini mencakup potensi wisata, pelaku usaha, dan kesiapan infrastruktur.

Sementara itu, Sensus Ekonomi 2026 melengkapi data makro terkait kontribusi sektor pariwisata.

Dengan menggabungkan kedua data tersebut, pemerintah dapat menyusun kebijakan berbasis bukti. Selain itu, langkah ini membantu memperluas sebaran kunjungan dan memperkuat peran UMKM.

“Dengan data yang kuat, kita tahu potensi dan langkah yang harus diambil,” tegasnya.

Ke depan, pemerintah menargetkan pariwisata tidak hanya tumbuh dari jumlah kunjungan. Lebih dari itu, sektor ini harus meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi lokal.

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

29 Persen Jalan Tertangani, Lumajang Terus Percepat Perbaikan Infrastruktur

30 September 2026 - 07:32 WIB

110 Ruas Masuk Kategori Rusak Berat, Pemkab Lumajang Prioritaskan Tempeh-Gesang

30 September 2026 - 07:30 WIB

110 Ruas Jalan di Lumajang Rusak Berat, Total Panjang Jalan Kabupaten Capai 1.090 Kilometer

29 September 2026 - 17:12 WIB

Trending di Daerah