Api Masih Membakar Hutan TNBTS Lumajang, Water Bombing Dilakukan untuk Jangkau Titik Sulit - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 9 Agu 2026 07:24 WIB ·

Api Masih Membakar Hutan TNBTS Lumajang, Water Bombing Dilakukan untuk Jangkau Titik Sulit


 Api Masih Membakar Hutan TNBTS Lumajang, Water Bombing Dilakukan untuk Jangkau Titik Sulit Perbesar

Lumajang, -Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) wilayah Kabupaten Lumajang masih terjadi hingga Sabtu (8/9/2026) malam.

Tim gabungan terus melakukan penanganan untuk mengendalikan kobaran api dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan penanganan dilakukan melalui operasi darat dan dukungan dari udara.

Di darat, personel gabungan melakukan penyemprotan air pada titik-titik yang masih dapat dijangkau. “Petugas juga membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api,” katanya, Minggu (9/8/2026).

Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Medan yang sulit, kondisi vegetasi yang kering, serta hembusan angin menjadi tantangan bagi petugas dalam mengendalikan kobaran api.

“Kondisi tersebut membuat api masih berupaya menjalar di kawasan hutan TNBTS yang memiliki beragam kehidupan dan ekosistem penting,” jelasnya.

Selain operasi darat, pemadaman diperkuat dengan operasi water bombing menggunakan helikopter. Operasi tersebut dilakukan sejak Jumat, 7 Agustus 2026, dan berlanjut hingga Sabtu, 8 Agustus 2026.

Water bombing dilakukan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses personel melalui jalur darat. Dukungan dari udara menjadi bagian dari upaya tim gabungan untuk mengendalikan kebakaran di kawasan tersebut.

“Berbagai upaya terus dilakukan dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia,” kata Isnugroho.

Menurut dia, sinergi antara unsur pemerintah, petugas di lapangan, dan berbagai pihak terkait menjadi bagian penting dalam menghadapi kebakaran yang masih berlangsung.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

“Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepulan asap atau titik api yang ditemukan di kawasan hutan kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kawendra Lukistian Dapat Amanat di PBNU, Ini Semangat yang Dibawanya hingga 2031

1 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang

29 September 2026 - 11:32 WIB

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Trending di Nasional