Gotong Royong Irigasi Lumajang Di Tengah Krisis - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 24 Mei 2026 12:05 WIB ·

Bunda Indah Apresiasi Kekompakan Warga Jaga Pertanian Pascabencana


 Bunda Indah Apresiasi Kekompakan Warga Jaga Pertanian Pascabencana Perbesar

Warga Kecamatan Tempeh menunjukkan kekuatan gotong royong di tengah kerusakan infrastruktur irigasi akibat dampak lahar Semeru. Mereka bersama pemerintah desa menjaga aliran air melalui saluran sementara agar musim tanam tetap berjalan.

Kerusakan Dam Klerek mengganggu distribusi air ke sejumlah lahan pertanian di Desa Gesang dan sekitarnya. Kondisi tersebut berpotensi menghambat aktivitas pertanian karena sawah sangat bergantung pada pasokan air irigasi.

Namun, warga tidak tinggal diam. Petani bersama pemerintah desa melakukan kerja bakti untuk mengalihkan aliran air melalui jalur darurat agar lahan pertanian tetap terairi.

Gotong Royong Jadi Kekuatan Warga

Bupati Lumajang Indah Amperawati meninjau langsung kondisi Dam Klerek pada Selasa (19/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bunda Indah mengapresiasi kekompakan warga yang tetap menjaga keberlangsungan pertanian meski infrastruktur belum pulih sepenuhnya.

“Saya melihat masyarakat sangat kompak. Petani bersama pemerintah desa bergotong royong memastikan irigasi sementara tetap berfungsi agar sawah tetap bisa ditanami,” ujarnya.

Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam menghadapi kondisi pascabencana. Warga tidak hanya menunggu proses perbaikan, tetapi ikut berinisiatif menjaga sistem irigasi agar aktivitas pertanian tetap berjalan.

Irigasi Sementara Jaga Musim Tanam

Bagi petani, keberadaan air menjadi faktor utama dalam menentukan keberlangsungan musim tanam. Karena itu, saluran sementara yang dibangun secara swadaya menjadi solusi darurat agar sawah tetap produktif.

Bunda Indah menilai kemampuan masyarakat beradaptasi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sektor pertanian.

“Tadi saya juga melihat ada petani yang sudah mulai menanam padi. Ini menunjukkan semangat untuk bangkit tetap kuat,” katanya.

Kerusakan Dam Klerek berdampak pada jaringan irigasi yang terhubung dengan beberapa desa di kawasan tersebut. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang mengusulkan percepatan perbaikan kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Selain Dam Klerek, pemerintah juga mengusulkan penanganan pada Dam Lobang Kiri dan Kedung Caring.

Pertanian Tetap Bertahan Pascabencana

Pemerintah daerah memperkirakan ribuan hektare lahan pertanian dapat kembali produktif jika seluruh sistem irigasi berfungsi normal.

Namun selama proses pemulihan berlangsung, warga menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan pertanian. Kerja kolektif di lapangan menunjukkan bahwa adaptasi pascabencana tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga solidaritas sosial masyarakat.

Melalui gotong royong tersebut, warga memastikan aktivitas pertanian tetap berjalan meski berada dalam kondisi terbatas.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bunda Indah Minta MADAS Aktif di Kegiatan Sosial dan Pembinaan Generasi Muda

24 Mei 2026 - 16:43 WIB

Bunda Indah Dorong Layanan Jantung Anak Lebih Dekat untuk Masyarakat

24 Mei 2026 - 12:15 WIB

Kang Jo Berbobot 1,1 Ton Jadi Kebanggaan Peternak Lumajang

24 Mei 2026 - 12:13 WIB

Ziarah TMP Kusuma Bangsa, Bunda Indah Ajak ASN Teladani Semangat Pahlawan

24 Mei 2026 - 12:10 WIB

Bunda Indah Percepat Pemasangan CCTV dan PJU di Seluruh Dusun

24 Mei 2026 - 12:08 WIB

Bunda Indah Serahkan Kursi Roda untuk Warga Pascastroke di Tempeh

24 Mei 2026 - 12:07 WIB

Trending di Daerah