Lumajang, – Berbagai keluhan wisatawan terkait akses jalan, infrastruktur, hingga layanan ojek di kawasan wisata Puncak B29 masih menjadi catatan bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang.
Di tengah upaya pembenahan yang dilakukan, jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi yang dikenal sebagai Negeri di Atas Awan itu masih tergolong rendah.
Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Lumajang, Galih Permadi, mengakui jumlah kunjungan ke B29 hingga saat ini masih landai. Bahkan pada akhir pekan, jumlah pengunjung rata-rata hanya berkisar 20 orang.
“Kalau tamu masih landai. Kalau pengunjung weekend rata-rata 20-an orang,” katanya, Jumat (19/6/2026).
Menurut dia, Dinas Pariwisata terus melakukan pembersihan kawasan wisata dan mulai mengonsolidasikan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan rest area maupun B29 agar ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan destinasi tersebut.
“Bagus mas, tiap hari kami lakukan pembersihan. Hari ini insyaallah kumpulkan PKL dan semua yang ada di rest area yang bertanggung jawab atas objek,” kata dia.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah program baru untuk meningkatkan daya tarik B29. Salah satunya dengan menggandeng relawan asing yang akan ditempatkan di kawasan wisata tersebut.
“Dalam minggu ini dan ke depan kami kerja sama dengan volunteer asing untuk kami tempatkan di B29 kegiatannya,” kata Galih.
Tidak hanya itu, pemuda Desa Argosari juga akan mendapatkan pelatihan bahasa Inggris dan pemantapan budaya sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan wisata.
“Untuk pemuda Argosari akan ada pelatihan bahasa Inggris dan pemantapan budaya,” ujarnya.
Di tengah berbagai program tersebut, persoalan yang paling sering dikeluhkan wisatawan justru masih berkutat pada hal mendasar, yakni akses menuju lokasi. Galih mengakui kondisi jalan menuju B29 memang masih rusak meski pemerintah telah menyiapkan rehabilitasi pada tahun ini.
“Kalau akses jalan memang masih rusak. Sudah, dan tahun ini ada rehabilitasi,” urainya.
Galih telah mengklaim telah membentuk komunitas pengelola dan menyamakan tarif ojek dari rest area menuju kawasan B29 sebesar Rp75 ribu pulang-pergi untuk mengurangi keluhan wisatawan.
“Sudah buat komunitas dan penyamaan tarif dari rest area Rp75 ribu PP,” tuturnya.
Meski berbagai langkah mulai dijalankan, Dinas Pariwisata mengakui bahwa promosi dan inovasi masih menjadi kelemahan yang perlu dibenahi.
“Kurang promosi dan inovasi,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan