Menyusuri Surga Air Terjun di Senduro, Dari Manggisan hingga Sarun yang Masih Perawan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Pariwisata · 31 Jul 2026 11:10 WIB ·

Menyusuri Surga Air Terjun di Senduro, Dari Manggisan hingga Sarun yang Masih Perawan


 Menyusuri Surga Air Terjun di Senduro, Dari Manggisan hingga Sarun yang Masih Perawan Perbesar

Lumajang, – Lereng Gunung Semeru tak hanya menyuguhkan udara sejuk dan hamparan perkebunan. Di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, aliran sungai yang memotong perbukitan melahirkan deretan air terjun dengan karakter yang berbeda-beda.

Sebagian telah dikenal para penjelajah alam, sebagian lain masih tersembunyi di balik rimbunnya hutan dan kebun warga.

Bagi pencinta wisata alam, Senduro menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar menikmati panorama.

Setiap air terjun mengajak pengunjung menyusuri jalur trekking, mendengar gemuruh air yang jatuh dari tebing, hingga merasakan suasana hening yang sulit ditemukan di kawasan wisata yang ramai.

Salah satu yang paling dikenal adalah Air Terjun Manggisan di Desa Kandangan. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 55 meter dengan kolam alami yang kerap dimanfaatkan pengunjung untuk bermain air.

Untuk mencapainya, wisatawan harus berjalan kaki menyusuri jalur perkebunan dan pepohonan yang masih asri. Keindahan alamnya membuat Manggisan menjadi salah satu destinasi favorit pecinta petualangan.

Tak jauh dari kawasan tersebut terdapat Antrukan Sarun di Desa Bedayu. Air terjun yang juga dikenal sebagai Air Terjun Sarun itu masih tergolong alami dan belum banyak dikunjungi wisatawan.

Debit airnya relatif stabil dengan suasana yang tenang, menjadikannya pilihan bagi mereka yang ingin menikmati alam tanpa keramaian.

Pilihan berikutnya adalah Antrukan Senduro di Desa Wonocepokoayu. Lokasi ini mulai dikenal karena panorama tebing, aliran air yang jernih, serta suasana hutan yang masih terjaga.

Untuk mencapai titik air terjun, pengunjung harus berjalan kaki sekitar satu kilometer melewati jalan setapak dan kebun milik warga.

Di Desa Sarikemuning terdapat Air Terjun Darungan yang menawarkan suasana tenang di kaki pegunungan. Meski belum sepopuler destinasi lain di Lumajang, lokasi ini menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam dengan akses yang relatif lebih sepi.

Sementara itu, Air Terjun Sarikemuning menghadirkan panorama aliran air di tengah vegetasi hijau khas lereng Semeru.

Destinasi ini masih minim sentuhan pembangunan sehingga nuansa alaminya tetap terjaga dan cocok bagi wisatawan yang menyukai eksplorasi.

Selain kelima lokasi tersebut, kawasan Senduro juga memiliki sejumlah destinasi alam lain seperti Air Terjun Watu Silo dan Air Terjun Glagaharum yang mulai dikenal para pegiat wisata lokal. Keberadaan air terjun-air terjun itu memperlihatkan besarnya potensi wisata alam yang dimiliki Kecamatan Senduro.

Deretan air terjun tersebut melengkapi kekayaan alam Senduro yang selama ini lebih dikenal sebagai pintu gerbang menuju Gunung Semeru dan kawasan Ranupani.

Dengan lanskap pegunungan, udara sejuk, serta aliran sungai yang masih alami, Senduro menyimpan banyak destinasi yang layak dijelajahi, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Lumajang di luar jalur wisata yang telah populer.

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Senduro Tak Hanya Menawarkan Alam, Kearifan Lokal Jadi Daya Tarik Wisatawan Mancanegara

28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Wabup Lumajang Sebut Kejuaraan Motocross Jadi Sarana Promosi Potensi Daerah

19 Oktober 2026 - 08:22 WIB

B29 dan Ranu Regulo Catat Puluhan Kunjungan Wisman hingga September 2026

9 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Jalur Turun dan Naik Tumpak Sewu Masih Satu Tangga, Pemkab Siapkan Alternatif

9 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Warung Kopi Kayubi dan Cerita Secangkir Kopi dari Tanah Lumajang

7 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Di Kaki Gunung Semeru, Sumber Telu Menyimpan Cerita Air, Salak, dan Tradisi Warga

13 September 2026 - 10:12 WIB

Trending di Pariwisata