Di Kaki Gunung Semeru, Sumber Telu Menyimpan Cerita Air, Salak, dan Tradisi Warga - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Pariwisata · 13 Sep 2026 10:12 WIB ·

Di Kaki Gunung Semeru, Sumber Telu Menyimpan Cerita Air, Salak, dan Tradisi Warga


 Di Kaki Gunung Semeru, Sumber Telu Menyimpan Cerita Air, Salak, dan Tradisi Warga Perbesar

Lumajang, – Suara gemericik air mulai terdengar ketika langkah menyusuri kebun salak mendekati ujung jalan setapak.

Sekitar 300 meter dari area parkir, atau 10–15 menit berjalan kaki, wisatawan akan tiba di Air Terjun Sumber Telu, Dusun Mulyoarjo, Desa/Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Tiga aliran air jatuh dari tebing setinggi sekitar lima meter. Air mengalir di antara bebatuan dan vegetasi hijau, menghadirkan suasana sejuk di kawasan kaki Gunung Semeru.

Namun, Sumber Telu tidak hanya menyimpan cerita tentang air.

Di sepanjang perjalanan, pohon salak milik warga tumbuh di sisi jalan. Kebun tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus memperlihatkan kehidupan masyarakat yang berdampingan dengan alam.

Sumber Telu juga memiliki cerita yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

Sebagian warga datang bukan hanya untuk menikmati suasana, tetapi memanfaatkan aliran air sebagai bagian dari terapi tradisional yang mereka percaya.

Saat mengunjungi lokasi, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan masyarakat telah lama mengenal Sumber Telu sebagai tempat yang dimanfaatkan untuk terapi.

“Sumber Telu ini diyakini masyarakat sebagai air terapi. Jadi banyak sekali orang yang melakukan terapi untuk kesembuhan, terutama ketahanan tubuh dan saraf. Banyak sekali orang berobat di Sumber Telu,” katanya, Minggu (13/9/2026).

Tradisi tersebut menjadi salah satu warna yang membuat Sumber Telu berbeda.

Namun, pengalaman atau manfaat kesehatan yang dirasakan masyarakat tetap merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi, bukan pengganti diagnosis maupun pengobatan medis.

Di sisi lain, keindahan alam menjadi daya tarik yang dapat dinikmati siapa saja.

“Indah sekali air terjunnya dan sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat,” kata dia.

Sumber Telu memang tidak menawarkan air terjun dengan ketinggian luar biasa. Daya tariknya justru terletak pada tiga aliran air, suasana hijau, udara sejuk, serta perjalanan singkat melewati kebun salak.

Salak sendiri menjadi bagian penting dari potensi lokal Pronojiwo. Desa tersebut memiliki produk UMKM berbahan salak, seperti keripik salak dan dodol salak, serta sejumlah destinasi alam dalam pengembangan Desa Wisata Pronojiwo.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapas Biru di Mata Wisatawan China: Ketika Alam Menjadi Daya Tarik Utama

11 September 2026 - 10:29 WIB

Bupati Lumajang: Jangan Ngaku Orang Indonesia Kalau Belum ke Tumpak Sewu

20 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Sedekah Desa hingga Agrowisata, Bukit Jenggolo Mulai Dilirik Wisatawan Luar Daerah

16 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Dikemas Jadi Tape Fest, Pemdes Bidik Event Tahunan di Bukit Jenggolo

16 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Lumajang Hadirkan Jaran Kencak hingga Bantengan dan 5.000 Porsi Tape Ketan

16 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Bromo Ditutup, Tumpak Sewu Panen Turis Asing: Kunjungan Naik 40 Persen

12 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Trending di Pariwisata