Lumajang, – Suara gemericik air mulai terdengar ketika langkah menyusuri kebun salak mendekati ujung jalan setapak.
Sekitar 300 meter dari area parkir, atau 10–15 menit berjalan kaki, wisatawan akan tiba di Air Terjun Sumber Telu, Dusun Mulyoarjo, Desa/Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Tiga aliran air jatuh dari tebing setinggi sekitar lima meter. Air mengalir di antara bebatuan dan vegetasi hijau, menghadirkan suasana sejuk di kawasan kaki Gunung Semeru.
Namun, Sumber Telu tidak hanya menyimpan cerita tentang air.
Di sepanjang perjalanan, pohon salak milik warga tumbuh di sisi jalan. Kebun tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus memperlihatkan kehidupan masyarakat yang berdampingan dengan alam.
Sumber Telu juga memiliki cerita yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
Sebagian warga datang bukan hanya untuk menikmati suasana, tetapi memanfaatkan aliran air sebagai bagian dari terapi tradisional yang mereka percaya.
Saat mengunjungi lokasi, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan masyarakat telah lama mengenal Sumber Telu sebagai tempat yang dimanfaatkan untuk terapi.
“Sumber Telu ini diyakini masyarakat sebagai air terapi. Jadi banyak sekali orang yang melakukan terapi untuk kesembuhan, terutama ketahanan tubuh dan saraf. Banyak sekali orang berobat di Sumber Telu,” katanya, Minggu (13/9/2026).
Tradisi tersebut menjadi salah satu warna yang membuat Sumber Telu berbeda.
Namun, pengalaman atau manfaat kesehatan yang dirasakan masyarakat tetap merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi, bukan pengganti diagnosis maupun pengobatan medis.
Di sisi lain, keindahan alam menjadi daya tarik yang dapat dinikmati siapa saja.
“Indah sekali air terjunnya dan sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat,” kata dia.
Sumber Telu memang tidak menawarkan air terjun dengan ketinggian luar biasa. Daya tariknya justru terletak pada tiga aliran air, suasana hijau, udara sejuk, serta perjalanan singkat melewati kebun salak.
Salak sendiri menjadi bagian penting dari potensi lokal Pronojiwo. Desa tersebut memiliki produk UMKM berbahan salak, seperti keripik salak dan dodol salak, serta sejumlah destinasi alam dalam pengembangan Desa Wisata Pronojiwo.
Tinggalkan Balasan