Bromo Ditutup, Tumpak Sewu Panen Turis Asing: Kunjungan Naik 40 Persen - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Pariwisata · 12 Agu 2026 08:23 WIB ·

Bromo Ditutup, Tumpak Sewu Panen Turis Asing: Kunjungan Naik 40 Persen


 Bromo Ditutup, Tumpak Sewu Panen Turis Asing: Kunjungan Naik 40 Persen Perbesar

Lumajang, – Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membawa dampak positif bagi kunjungan wisatawan mancanegara ke Air Terjun Tumpak Sewu, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pengelola Tumpak Sewu, Dwi Rumanto, mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 30-40 persen sejak kawasan wisata Bromo ditutup.

Dalam kondisi normal, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Tumpak Sewu berkisar 100-200 orang per hari. Lonjakan tersebut terutama berasal dari wisatawan yang sebelumnya berencana mengunjungi Bromo.

“Kunjungan wisatawan melonjak antara 30-40 persen semenjak Bromo ditutup, utamanya yang dari luar negeri,” kata Dwi, Rabu (12/8/2026).

Menurut Dwi, wisatawan mancanegara yang datang ke Tumpak Sewu sebelumnya lebih banyak berasal dari China.

Namun, sejak penutupan Bromo, wisatawan dari Eropa dan Malaysia juga semakin banyak berkunjung.

“Itu yang banyak dari Eropa, China, dan Malaysia,” ujarnya.

Dwi mengatakan sebagian wisatawan tersebut merupakan turis yang gagal mengunjungi Bromo akibat penutupan kawasan untuk penanganan karhutla. Mereka kemudian mencari destinasi alternatif selama berada di Jawa Timur.

Penutupan Bromo membuat Tumpak Sewu menjadi salah satu destinasi alternatif bagi wisatawan mancanegara.

Dwi berharap peningkatan kunjungan tersebut tidak hanya berlangsung selama Bromo ditutup. Menurut dia, kedatangan wisatawan dari berbagai negara juga dapat menjadi promosi tidak langsung bagi Tumpak Sewu.

Setiap wisatawan, kata Dwi, biasanya mengabadikan keindahan air terjun dan membagikannya melalui media sosial.

“Harapannya tidak hanya saat Bromo ditutup saja, tapi ke depan lebih banyak lagi yang datang. Kan dengan adanya mereka secara tidak langsung membantu promosi kita di luar negeri melalui media sosial mereka,” kata Dwi.

Menurut dia, pengalaman wisatawan yang dibagikan melalui media sosial dapat membantu memperkenalkan Tumpak Sewu kepada calon wisatawan dari berbagai negara.

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah meluas hingga 889 hektare sejak pertama kali muncul pada Senin, 3 Agustus 2026.

Saat ini masih terdapat dua titik api yang diupayakan untuk dipadamkan paling lambat pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Balai Besar TNBTS juga memperpanjang penutupan kawasan wisata Bromo hingga 15 Agustus 2026.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bromo Tak Bisa Dikunjungi, Turis Asing Dialihkan ke Tumpak Sewu oleh Pemandu Wisata

12 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Menyusuri Surga Air Terjun di Senduro, Dari Manggisan hingga Sarun yang Masih Perawan

31 Juli 2026 - 11:10 WIB

Gendong Gratis Jadi Layanan Keselamatan Wisatawan di Tumpak Sewu

28 Juli 2026 - 10:51 WIB

B29: Negeri di Atas Awan yang Turun Kasta Jadi Wisata Puluhan Orang

19 Juni 2026 - 17:08 WIB

B29 Tak Kekurangan Pemandangan, yang Hilang Justru Pengunjung

19 Juni 2026 - 16:47 WIB

Trending di Pariwisata