Lumajang, – Pemerintah Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengemas tradisi Sedekah Desa dengan konsep berbeda.
Tahun ini, tradisi tersebut dipadukan dengan Cinggolo Tape Fest 2026 di kawasan Bukit Jenggolo.
Kegiatan yang digelar pada Minggu (16/8/2026), itu menjadi puncak rangkaian Sedekah Desa Wonokerto. Sebelumnya, pemerintah desa bersama masyarakat menggelar khatmil Quran di 21 titik di Desa Wonokerto.
Kepala Desa Wonokerto, Tupin, mengatakan Jeggolo Tape Fest menjadi bagian dari upaya mengembangkan tradisi sekaligus mengenalkan potensi wisata Bukit Jenggolo.
Tupin mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial.
Pemerintah Desa Wonokerto menargetkan Jenggolo Tape Fest dapat menjadi event tahunan yang terus dikembangkan.
“Insyaallah nanti akan kita lanjutkan di tahun-tahun berikutnya dengan berbagai koreksi sehingga menjadi daya tarik bagi para pengunjung,” katanya.
Bukit Jenggolo sendiri memiliki luas sekitar 21 hektare dan berada di atas tanah kas desa (TKD). Kawasan tersebut dikembangkan dengan konsep ketahanan pangan dan agrowisata.
Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut memanfaatkan dana ketahanan pangan. Sejumlah komoditas dan fasilitas telah dikembangkan, termasuk kolam ikan, tanaman pisang emas, serta tanaman tebu yang sudah ada sebelumnya.
Pemerintah Desa Wonokerto juga menargetkan pemanfaatan Bukit Cinggolo dapat meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).
“Pada 2025, PADes Wonokerto tercatat sekitar Rp97 juta. Sementara dalam APBDes 2026, pemerintah desa menganggarkan target PADes dari pengelolaan TKD dan pemanfaatan Bukit Cinggolo sebesar Rp300 juta,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan