B29 Tak Kekurangan Pemandangan, yang Hilang Justru Pengunjung - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Pariwisata · 19 Jun 2026 16:47 WIB ·

B29 Tak Kekurangan Pemandangan, yang Hilang Justru Pengunjung


 B29 Tak Kekurangan Pemandangan, yang Hilang Justru Pengunjung Perbesar

Lumajang, – Puncak B29 masih berdiri megah di ketinggian Desa Argosari, Kecamatan Senduro. Hamparan pegunungan, lautan awan, dan panorama matahari terbit yang selama ini menjadi daya tarik utamanya tetap tersaji seperti dulu.

Namun, di balik keindahan itu, satu hal yang kini berubah adalah jumlah pengunjung yang datang.

Destinasi yang pernah dikenal sebagai salah satu ikon wisata Lumajang itu kini menghadapi penurunan kunjungan.

Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan pengelola, tetapi juga warga yang selama bertahun-tahun menggantungkan sebagian penghasilannya dari aktivitas wisata.

Dani (29), wisatawan asal Surabaya, mengakui pesona alam B29 masih layak menjadi tujuan wisata. Namun, menurut dia, kondisi infrastruktur menuju lokasi menjadi persoalan yang sulit diabaikan.

“Pemandangannya saya akui sangat bagus. Cuma kalau soal infrastruktur saya pribadi sangat kurang nyaman. Karena jalannya rusak dan fasilitas kurang memadai,” katanya, Jumat (19/6/2026).

Keluhan soal akses jalan bukan hal baru. Namun, ketika persoalan itu terus berulang tanpa penyelesaian yang terasa di lapangan, dampaknya mulai terlihat pada menurunnya minat wisatawan untuk datang.

Tarmidi (42) warga Desa Argosari, menjadi salah satu yang merasakan langsung perubahan tersebut. Ia mengaku kini kembali mengandalkan hasil pertanian setelah aktivitas wisata yang dulu ramai perlahan meredup.

“Semenjak pengunjung B29 sepi, saya hanya mengandalkan hasil tani. Dulu banyak turis asing yang datang ke sini. Sekarang masyarakat lokal saja masih berpikir dua kali kalau mau ke sini,” kata dia.

Menurut Tarmidi, masa-masa ketika wisatawan asing rutin berkunjung masih lekat dalam ingatan masyarakat.

Kehadiran mereka bukan hanya membawa keramaian, tetapi menggerakkan ekonomi desa melalui jasa transportasi, warung, homestay, hingga berbagai usaha kecil lainnya.

Di sisi lain, Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang mengakui jumlah kunjungan ke B29 masih belum menggembirakan. Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Lumajang Galih Permadi menyebut rata-rata kunjungan saat akhir pekan hanya berkisar 20 orang.

“Kalau tamu masih landai. Kalau pengunjung weekend rata-rata 20-an yang datang ke Puncak B29,” kata Galih.

Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghidupkan kembali destinasi tersebut. Mulai dari menggandeng relawan asing yang akan ditempatkan di kawasan B29, memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada pemuda Argosari, hingga memperkuat promosi dan kegiatan budaya.

Galih juga mengakui bahwa promosi dan inovasi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

“Kurang promosi dan inovasi. Kalau akses jalan memang masih rusak,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Kaki Gunung Semeru, Sumber Telu Menyimpan Cerita Air, Salak, dan Tradisi Warga

13 September 2026 - 10:12 WIB

Kapas Biru di Mata Wisatawan China: Ketika Alam Menjadi Daya Tarik Utama

11 September 2026 - 10:29 WIB

Bupati Lumajang: Jangan Ngaku Orang Indonesia Kalau Belum ke Tumpak Sewu

20 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Sedekah Desa hingga Agrowisata, Bukit Jenggolo Mulai Dilirik Wisatawan Luar Daerah

16 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Dikemas Jadi Tape Fest, Pemdes Bidik Event Tahunan di Bukit Jenggolo

16 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Lumajang Hadirkan Jaran Kencak hingga Bantengan dan 5.000 Porsi Tape Ketan

16 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Trending di Pariwisata