Lumajang, – Menjelang rangkaian piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung yang akan dihadiri ribuan umat Hindu dari berbagai daerah, warga Desa Senduro memilih tidak menunggu alat berat datang. Mereka turun langsung memperbaiki jalan berlubang demi kenyamanan para peziarah.
Suasana berbeda terlihat di sepanjang ruas jalan Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pada 19-20 Juni 2026. Sejumlah warga tampak bergotong royong menutup jalan berlubang yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan.
Kegiatan itu dilakukan menjelang pelaksanaan piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, salah satu agenda keagamaan terbesar umat Hindu di Indonesia yang setiap tahun menarik ribuan umat dari berbagai daerah.
Bagi masyarakat Senduro, memperbaiki jalan bukan sekadar pekerjaan fisik. Upaya tersebut menjadi bentuk penyambutan bagi para tamu yang akan datang untuk beribadah di kawasan lereng Gunung Semeru.
Kerusakan jalan yang diperbaiki warga berada di ruas jalan raya Senduro, mulai dari kawasan depan minimarket hingga perbatasan Desa Kandangtepus.
Sebab, selama ini, lubang-lubang di sejumlah titik dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama saat arus kendaraan meningkat menjelang kegiatan keagamaan.
Kepala Desa Senduro Rahman Hermansyah mengatakan, gotong royong tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat dalam menyambut kedatangan umat Hindu yang akan mengikuti rangkaian piodalan pada Juli mendatang.
“Menghadapi kegiatan bulan Juli bahwa tamu dari umat Hindu yang beribadah, kami sebagai desa kerukunan ingin memberikan kenyamanan beribadah,” kata Rahman, Sabtu (20/6/2026).
Menurut dia, selain agenda keagamaan pada Juli, kawasan Senduro juga akan menghadapi berbagai kegiatan yang berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat pada Agustus mendatang. Karena itu, warga berinisiatif membantu pemerintah daerah dengan melakukan penanganan sementara terhadap jalan yang berlubang.
“Kami bersama warga membantu pemerintah kabupaten untuk merapikan jalan berlubang. Semoga nyaman dan aman,” katanya.
Piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung merupakan salah satu ritual keagamaan penting bagi umat Hindu. Rangkaian kegiatannya biasanya telah dimulai sejak beberapa bulan sebelumnya melalui prosesi seperti Matur Piuning dan Melasti sebelum mencapai puncak acara pada Juli.
Selain diisi doa bersama dan persembahyangan, piodalan juga menjadi ruang pertemuan budaya yang memperlihatkan perpaduan tradisi Hindu Bali dan Jawa. Ribuan umat Hindu dari Lumajang, berbagai wilayah Jawa Timur, Bali, hingga daerah lain di Indonesia biasanya hadir dalam kegiatan tersebut.
Di tengah persiapan masyarakat, pemerintah daerah juga telah menyiapkan perbaikan permanen terhadap ruas jalan yang menjadi akses utama menuju kawasan pura.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lumajang melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Senduro, ruas jalan di depan Pura Mandhara Giri Semeru Agung direncanakan akan mendapat pengaspalan melalui anggaran Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).
Pekerjaan tersebut diperkirakan mulai dilaksanakan pada September 2026.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati memastikan pembangunan jalan di Desa Senduro masuk dalam program pembangunan tahun ini. “Ini mau dibagun tahun ini,” kata dia.
Tinggalkan Balasan