Pemerintah Kabupaten Lumajang mengingatkan masyarakat, khususnya para penambang, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap letupan sekunder material Semeru. Peringatan ini diberikan karena kawasan aliran lahar dan area penambangan masih memiliki potensi bahaya dari material vulkanik yang tersisa.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan peringatan tersebut setelah seorang penambang mengalami insiden di kawasan aliran material Semeru. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa ancaman di sekitar gunung api aktif tidak hanya berasal dari erupsi atau awan panas guguran.
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menjelaskan bahwa timbunan material vulkanik juga dapat menyimpan panas dalam waktu tertentu. Dalam kondisi tertentu, material tersebut dapat memicu letupan sekunder yang membahayakan warga yang beraktivitas terlalu dekat, terutama di area penambangan.
Material Vulkanik Semeru Masih Menyimpan Risiko
Bunda Indah meminta masyarakat tidak menganggap timbunan material di kawasan Semeru sepenuhnya aman. Material yang terlihat diam atau telah mengendap tetap dapat menyimpan panas dan menimbulkan risiko bagi warga.
“Jangan pernah menganggap timbunan material di kawasan Semeru sepenuhnya aman. Material itu bisa saja masih panas dan dalam kondisi tertentu menimbulkan bahaya bagi masyarakat, khususnya penambang,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, pemahaman mengenai karakter bahaya material vulkanik sangat penting bagi warga yang beraktivitas di sekitar aliran Besuk Kobokan dan kawasan penambangan lainnya. Penambang perlu mengenali bahwa material yang tampak stabil belum tentu aman untuk didekati atau ditambang.
Bunda Indah menilai kewaspadaan harus menjadi bagian dari aktivitas harian di kawasan Semeru. Warga perlu memperhatikan kondisi lapangan, informasi resmi, dan tanda-tanda perubahan alam sebelum memulai aktivitas.
Hujan Dapat Meningkatkan Potensi Bahaya
Bunda Indah menjelaskan bahwa risiko di kawasan Semeru dapat meningkat ketika hujan turun di wilayah puncak dan lereng gunung. Air hujan dapat menggerakkan material yang tersimpan di aliran sungai dan meningkatkan potensi bahaya di jalur lahar.
Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memahami risiko secara lebih luas. Warga tidak cukup hanya memperhatikan informasi tentang erupsi atau awan panas, tetapi juga harus mewaspadai material vulkanik sisa erupsi yang masih berada di sepanjang aliran sungai dan kawasan penambangan.
“Kewaspadaan tidak cukup hanya saat terjadi erupsi. Material yang tersisa di jalur aliran juga harus dipahami sebagai bagian dari potensi bahaya yang perlu diwaspadai bersama,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat yang bekerja di area penambangan perlu terus memperhatikan cuaca dan kondisi hulu. Perubahan cuaca dapat memengaruhi aliran material dan meningkatkan risiko bagi warga yang berada terlalu dekat dengan jalur sungai.
Pemkab Lumajang Perkuat Literasi Kebencanaan
Bunda Indah menilai edukasi kebencanaan perlu terus diperkuat agar masyarakat memahami karakter ancaman di kawasan gunung api aktif secara lebih utuh. Dengan pemahaman yang baik, warga dapat mengambil keputusan yang lebih aman saat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama unsur kebencanaan dan pemangku kepentingan lainnya akan terus menyebarluaskan informasi serta imbauan keselamatan. Pemerintah ingin masyarakat memahami bahwa mitigasi bencana tidak hanya berkaitan dengan erupsi, tetapi juga dengan risiko turunan yang muncul setelahnya.
Pemkab Lumajang juga mendorong masyarakat untuk mematuhi rekomendasi keselamatan saat beraktivitas di kawasan Semeru. Kepatuhan terhadap imbauan resmi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di area rawan.
Melalui peningkatan literasi kebencanaan, kewaspadaan dalam beraktivitas, dan kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan, masyarakat di sekitar kawasan Semeru diharapkan tetap dapat bekerja secara produktif dan lebih terlindungi dari potensi risiko bencana.
Dengan memahami bahaya letupan sekunder material Semeru, penambang dan warga sekitar dapat menjalankan aktivitas ekonomi secara lebih aman, terukur, dan bertanggung jawab.
Tinggalkan Balasan