Lumajang, – Sebanyak tiga jemaah haji asal Kabupaten Lumajang, belum dapat kembali ke Indonesia bersama rombongannya karena masih menjalani perawatan medis di Madinah, Arab Saudi.
Padahal, rombongan jemaah dijadwalkan mulai kembali ke Tanah Air pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lumajang, Umar Hasan, mengatakan tiga jemaah tersebut berasal dari dua kelompok terbang (kloter), yakni dua orang dari Kloter 99 dan satu orang dari Kloter 100.
“Di Kloter 99 ada dua orang atas nama Pak Badhowi dan Sumaris, dan satu lagi dari Kloter 100 atas nama Pak Mauhakam,” kata Umar Hasan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lumajang, Jumat (26/6/2026).
Menurut Hasan, dua jemaah dari Kloter 99 mengalami gejala hyponatremia sehingga berdasarkan rekomendasi tim medis di Madinah masih memerlukan perawatan selama satu hingga dua hari sebelum dinyatakan layak terbang.
“Mereka mengalami gejala hyponatremia, tapi jemaah ini masih kategori risiko tinggi ringan, rata-rata sudah usia di atas lansia. Mudah-mudahan segera sembuh secepatnya,” ujarnya.
Setelah kondisi kesehatannya membaik, kedua jemaah tersebut dijadwalkan dipulangkan bersama rombongan kloter terakhir.
Sementara itu, seorang jemaah dari Kloter 100, Mauhakam, harus menjalani perawatan intensif setelah mengalami serangan stroke. Saat ini ia masih dirawat di ruang intensive care unit (ICU) sebuah rumah sakit di Madinah.
“Kloter 100 ada jemaah atas nama Pak Mauhakam harus dirawat inap karena serangan stroke. Sekarang kondisinya sudah stabil meskipun belum dipindah dari ruang ICU,” kata Hasan.
Selain tiga jemaah tersebut, terdapat empat jemaah lain yang sempat berada dalam pengawasan ketat tim dokter. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, keempatnya dinyatakan layak mengikuti penerbangan menuju Indonesia.
“Jadi penjemputan dari Surabaya ke Lumajang harus bawa ambulans ke sana, untuk jaga-jaga,” jelasnya.
Hasan menambahkan, pihaknya masih menunggu perkembangan kondisi jemaah Kloter 101 yang menjadi rombongan terakhir dijadwalkan kembali ke Indonesia. Menurut dia, data kesehatan jemaah masih dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil pemeriksaan medis.
“Jadi datanya juga bisa berubah. Kadang jemaah yang dinyatakan tidak layak untuk terbang, tahu-tahu sudah ikut rombongan jemaah,” katanya.
Tahun ini, jumlah jemaah haji asal Lumajang yang dijadwalkan kembali ke Tanah Air sebanyak 1.256 orang. Jumlah tersebut merupakan total setelah dua jemaah asal Lumajang meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Tinggalkan Balasan