Ribuan Umat Hindu Padati Pura Mandara Giri Semeru Agung Rayakan Piodalan 2026 - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 29 Jun 2026 19:41 WIB ·

Ribuan Umat Hindu Padati Pura Mandara Giri Semeru Agung Rayakan Piodalan 2026


 Ribuan Umat Hindu Padati Pura Mandara Giri Semeru Agung Rayakan Piodalan 2026 Perbesar

Lumajang, – Ribuan umat Hindu dari Bali dan berbagai daerah di Jawa Timur memadati Pura Mandara Giri Semeru Agung di Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Senin (29/6/2026), untuk mengikuti puncak perayaan Piodalan 2026.

Kehadiran umat dari berbagai daerah itu mewarnai rangkaian upacara yang berlangsung sejak 29 Mei dan dijadwalkan berakhir pada 10 Juli 2026.

Piodalan merupakan peringatan hari jadi Pura Mandara Giri Semeru Agung yang setiap tahun menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memanjatkan rasa syukur kepada alam semesta.

Tahun ini, rangkaian kegiatan diawali dengan Matur Piuning di Pura Mandara Giri Semeru Agung, dilanjutkan upacara Melasti, puncak karya, hingga penutupan pada 10 Juli mendatang.

Pada puncak pelaksanaan Tawur Panca Wali Krama, ribuan umat mengikuti doa bersama yang dilanjutkan dengan persembahan tari-tarian adat. Sejumlah pejabat juga tampak menghadiri prosesi tersebut.

Pengurus Harian Pura Mandara Giri Semeru Agung, Wira Dharma, mengatakan Piodalan merupakan tradisi yang terus dilestarikan sejak pura itu berdiri pada 1992.

Menurut dia, Piodalan dilaksanakan dalam tiga tingkatan, yakni setiap satu tahun, lima tahun, dan sepuluh tahun.

Perbedaannya terletak pada jumlah kerbau yang digunakan sebagai bagian dari prosesi upacara. Perayaan tahunan menggunakan satu ekor kerbau, lima tahunan tiga ekor kerbau, sedangkan perayaan sepuluh tahunan menggunakan 13 ekor kerbau.

“Ini merupakan wujud dari rasa syukur kami terhadap alam semesta yang telah memberikan berkah kepada kita semua,” kata Wira.

Ia menyampaikan pelaksanaan Piodalan juga menjadi cerminan kehidupan moderasi beragama yang selama ini terjaga di Kabupaten Lumajang.

Menurutnya, keberadaan Pura Mandara Giri Semeru Agung beserta aktivitas keagamaannya berlangsung berdampingan dengan masyarakat yang memiliki latar belakang agama dan budaya yang beragam.

“Ini bentuk keberagaman agama yang saling berdampingan,” ujarnya.

Selain menjadi kegiatan keagamaan, Piodalan juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan pura.

Kedatangan ribuan umat selama rangkaian upacara mendorong meningkatnya aktivitas usaha warga, mulai dari penjualan makanan, penginapan, hingga aksesoris dan cendera mata.

“Juga mengangkat ekonomi warga sekitar yang memang masih rendah,” kata Wira.

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Merah Putih di Antara Tradisi dan Langit B29

17 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Tangis Gibran Pecah di Hari Kemerdekaan, Lahir 17 Agustus dengan Berat 3,2 Kilogram

17 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Pantau Aktivitas Semeru, BPBD Lumajang Andalkan CCTV hingga Sistem EWS Berbasis AI

14 Agustus 2026 - 10:14 WIB

DPRD Jatim Minta Kontribusi Kendaraan Listrik terhadap Jalan Tak Dipukul Rata

12 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Karhutla TNBTS Meluas, Api Capai B29 dan Mengarah ke Sabana Pasuruan

9 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Api Masih Membakar Hutan TNBTS Lumajang, Water Bombing Dilakukan untuk Jangkau Titik Sulit

9 Agustus 2026 - 07:24 WIB

Trending di Nasional