SMK Taruna Jember Jangan Hanya Ganti Seragam, Kurikulumnya Harus Menjawab Kebutuhan Industri - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Pendidikan · 8 Jul 2026 12:24 WIB ·

SMK Taruna Jember Jangan Hanya Ganti Seragam, Kurikulumnya Harus Menjawab Kebutuhan Industri


 SMK Taruna Jember Jangan Hanya Ganti Seragam, Kurikulumnya Harus Menjawab Kebutuhan Industri Perbesar

Jember, – Wacana pendirian SMK Taruna di Kabupaten Jember mulai memunculkan usulan mengenai arah pendidikan yang akan dikembangkan.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jember Edi Cahyo Purnomo menilai sekolah tersebut semestinya tidak hanya menonjolkan pola pendidikan bercorak taruna, tetapi juga menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus memperkuat identitas lokal.

Menurutnya, tantangan pendidikan vokasi saat ini bukan lagi sekadar menghasilkan lulusan dalam jumlah besar.

Persoalan yang masih dihadapi adalah bagaimana menyiapkan lulusan yang memiliki disiplin, mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, siap memasuki dunia kerja, serta memiliki kemampuan membangun usaha sendiri.

“Yang masih kurang adalah lulusan yang disiplin, adaptif, siap bekerja, sekaligus memiliki kemampuan menjadi pencipta lapangan kerja,” kata Edi, Rabu (8/7/2026).

Anggota Komisi C DPRD Jember itu menilai konsep taruna perlu diterjemahkan lebih luas daripada sekadar pembentukan kedisiplinan.

Kata dia, pendidikan vokasi harus memadukan pembentukan karakter, kepemimpinan, dan penguasaan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“SMK Taruna harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap membangun usaha sendiri,” jelasnya.

Ia mengusulkan agar kurikulum sekolah sejak awal disusun mengikuti perkembangan teknologi. Materi pembelajaran, menurut dia, dapat mencakup kecerdasan buatan (artificial intelligence), Internet of Things (IoT), robotika, keamanan siber, analisis data, hingga pemasaran digital.

Selain pembelajaran di kelas, Edi mendorong siswa terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Bentuknya antara lain membantu digitalisasi desa, mendampingi pelaku UMKM memanfaatkan teknologi, serta mengembangkan inovasi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar.

Edi juga mengingatkan pentingnya identitas lokal dalam pembangunan sekolah tersebut. Menurut dia, penggunaan nama yang merepresentasikan karakter Jember akan menjadi pembeda sekaligus memperkuat kedekatan masyarakat terhadap sekolah.

“Nama sekolah sebaiknya tidak generik. Identitas lokal harus menjadi kekuatan, misalnya SMK Taruna Pandalungan atau SMK Taruna Tangguh Jember,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lamadjang: Sejarah yang Memilih Menari daripada Dilupakan

28 Juni 2026 - 18:07 WIB

Wabup Lumajang Dorong Lulusan SD Al Ikhlas Terus Kejar Cita-Cita Setinggi Langit

23 Juni 2026 - 11:09 WIB

Belajar Menyeduh Masa Depan dari Robusta Senduro

20 Juni 2026 - 09:31 WIB

Ketua TP PKK Lumajang Dorong Pendidikan Adaptif Hadapi Generasi Alpha

15 Mei 2026 - 17:14 WIB

Seto Mulyadi Ingatkan Orang Tua Cerdas Digital untuk Cegah Kekerasan di Ruang Siber

15 Mei 2026 - 11:24 WIB

Seto Mulyadi: Mendidik Bukan Menghardik, Mengajar Bukan Menghajar

15 Mei 2026 - 11:03 WIB

Trending di Pendidikan