BKPSDM Lumajang: ASN Nongkrong di Warung Kopi Saat Jam Kerja Bisa Disanksi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 20 Jul 2026 16:57 WIB ·

BKPSDM Lumajang: ASN Nongkrong di Warung Kopi Saat Jam Kerja Bisa Disanksi


 BKPSDM Lumajang: ASN Nongkrong di Warung Kopi Saat Jam Kerja Bisa Disanksi Perbesar

Lumajang, – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lumajang menegaskan aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti nongkrong di warung kopi saat jam kerja tanpa alasan kedinasan dapat dikenai sanksi disiplin.

Kepala BKPSDM Lumajang Ari Murcono mengatakan penjatuhan sanksi dilakukan setelah melalui pemeriksaan untuk memastikan ASN yang bersangkutan benar-benar meninggalkan tugas tanpa alasan yang sah.

“Kalau ditemukan ASN berada di warung kopi, toko, atau pasar saat jam kerja, tidak otomatis langsung melanggar. Harus dipastikan dulu konteksnya, apakah sedang menjalankan tugas dinas di luar kantor atau mendapat izin dari atasan untuk rapat maupun kegiatan kedinasan lainnya,” kata Ari Murcono, Senin (20/7/2026).

Menurut Ari, pelanggaran disiplin dapat dikenakan apabila ASN terbukti meninggalkan kantor pada jam kerja tanpa izin atasan, nongkrong di warung kopi tanpa kepentingan kedinasan, berbelanja atau mengurus kepentingan pribadi saat jam kerja, hingga tidak memberikan pelayanan kepada masyarakat karena meninggalkan tugas.

“Apabila terbukti dengan ketentuan tersebut, OPD dapat menjatuhkan sanksi disiplin sesuai aturan yang berlaku. Tingkat sanksinya bergantung pada hasil pemeriksaan, mulai dari teguran, hukuman disiplin sedang, hingga hukuman disiplin berat apabila pelanggaran dilakukan secara serius atau berulang,” kata dia.

Ari menjelaskan pengawasan terhadap disiplin ASN dilakukan oleh atasan langsung melalui aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Kinerja Lumajang (SIPERLU). Sistem tersebut digunakan untuk memantau kehadiran dan aktivitas kerja pegawai setiap hari.

“Ketika atasan menemukan ASN tidak melakukan aktivitas kerja, misalnya ngopi di warung tanpa alasan kedinasan, aktivitas kerjanya dapat ditolak sehingga tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang bersangkutan berkurang. Demikian juga presensi dapat ditolak apabila tidak berada di tempat kerja tanpa izin atasan sehingga dikenakan sanksi berupa pemotongan TPP,” kata Ari.

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah