Lumajang, – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum sepenuhnya padam. Bahkan, titik api baru terpantau di dekat jalur pendakian Pos 2 Gunung Semeru pada Kamis (27/82026).
Kondisi tersebut membuat petugas gabungan terus melakukan penanganan dengan membuat sekat bakar di sejumlah titik yang dinilai rawan. Sekitar 60 personel saat ini dikerahkan di kawasan Gunung Kembang dan sekitar jalur pendakian.
Kalaksa BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan, proses pemadaman menghadapi kendala medan. Titik api di Blok Gunung Kembang berada di kawasan dengan kemiringan yang curam sehingga tidak memungkinkan petugas melakukan pemadaman secara langsung dari darat.
“Jadi, Blok Gunung Kembang itu posisinya di atas Ranu Kumbolo atau sekitar satu jam perjalanan. Yang terbakar itu hutan dalam posisi kemiringan curam, pasukan darat tidak bisa melakukan pemadaman,” katanya.
Menurut Isnugroho, kondisi tersebut membuat petugas bersama unsur terkait lebih memprioritaskan keselamatan pendaki yang masih berada di kawasan Ranu Kumbolo.
“Yang kita lakukan hari ini bersama-sama dengan pihak Polsek dan Koramil, tentu juga dengan pemangku kawasan TNBTS beserta relawan untuk membantu 170 pendaki di Ranu Kumbolo untuk turun,” ujarnya.
Informasi terbaru dari Posko Karhutla Resort Ranupani menyebut proses evakuasi pendaki terus dilakukan. Rombongan terakhir dilaporkan telah sampai di Pos 3 dan berhasil lolos dari area yang terdampak api.
Sementara itu, petugas juga bergerak menuju titik api baru yang terpantau di kawasan Bantengan Jantur.
Sekitar 60 personel dikerahkan untuk membuat sekat bakar di kawasan Gunung Kembang dan sekitar jalur pendakian. Akses menuju lokasi tersebut hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua.
Tinggalkan Balasan