Lumajang, – Kemeriahan karnaval di Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, mendapat apresiasi khusus dari kalangan pengusaha. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lumajang, Agus Setiawan, menilai gelaran tersebut berjalan sangat luar biasa dan patut untuk terus dilestarikan.
Agus mengaku terkesan dengan antusiasme warga dan peserta yang terlibat dalam karnaval tersebut. Menurutnya, acara seperti ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi bukti kekompakan warga Gucialit.
“Karnaval di Gucialit ini sangat luar biasa, dan semoga di tahun depan ada karnaval lagi di kecamatan Gucialit,” kata Agus Setiawan saat dimintai keterangan.
Ia berharap karnaval tersebut tidak hanya menjadi acara seremonial sesaat, melainkan bisa diagendakan secara resmi sebagai kalender tahunan Kecamatan Gucialit. Agus juga menyinggung soal gengsi antar wilayah agar Gucialit tidak tertinggal.
“Semoga tahun depan bisa diagendakan acara karnaval lagi di kecamatan Gucialit. Jangan sampai kalah dengan desa desa di tetangga kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa keberhasilan sebuah acara besar di tingkat kecamatan sangat ditentukan oleh kemampuan para pemimpin desa dalam merangkul warganya. Tanpa kolaborasi, menurut dia, acara sebesar karnaval akan sulit berjalan maksimal.
“Yang penting semua kepala desa bisa kolaborasi dengan masyarakat dan tokoh masyarakat,” tegasnya.
Selain soal kemeriahan, Agus juga menyoroti dampak jangka panjang dari karnaval terhadap generasi muda. Ia menilai panggung karnaval adalah ruang ekspresi yang tepat bagi pemuda untuk menyalurkan ide dan kreativitas mereka.
“Saya berharap juga karnaval ini bisa tumbuhkan kreativitas pemuda kecamatan Gucialit. Karena pemuda inilah harapan kita,” kata Agus.
Menurutnya, jika kreativitas pemuda terus diasah melalui event-event positif seperti ini, maka masa depan Gucialit akan memiliki generasi yang inovatif dan berdaya saing.
Tak kalah penting, Agus juga melihat karnaval sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Ribuan penonton yang memadati lokasi acara secara otomatis menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL).
“Tentunya acara seperti ini sangat mendorong pelaku UMKM dan PKL di kecamatan Gucialit,” pungkasnya.
Dengan berbagai dampak positif tersebut, Agus berharap seluruh elemen di Gucialit, mulai dari kepala desa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pelaku usaha, bisa terus menjaga semangat kebersamaan agar karnaval tahun depan bisa digelar lebih meriah lagi.
Tinggalkan Balasan