Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 14 Sep 2026 14:00 WIB ·

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan


 Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan Perbesar

Lumajang, – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Senin, 14 September 2026. Kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter dari puncak, disertai dentuman ringan.

Gunung Semeru hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat pemantauan aktivitas gunung api, terutama di kawasan yang berpotensi terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan informasi tersebut berdasarkan rilis PVMBG pada pukul 06.28 WIB.

Selain erupsi, aktivitas kegempaan juga terpantau dari Pos Pantau Gunung Api di Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo.

“BPBD melalui jajaran Pos Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo bersiaga 1×24 jam secara bergantian. Apabila sewaktu-waktu terjadi APG, paling tidak kami bisa memberikan informasi awal secara visual dan melakukan tindakan evakuasi kepada warga sekitar kawasan,” kata Isnugroho, Senin (14/09/2026).

Menurut Isnugroho, aktivitas kegempaan menjadi salah satu indikator yang terus diperhatikan petugas dalam memantau perkembangan Gunung Semeru.

Salah satunya adalah tremor harmonik yang berkaitan dengan dinamika aktivitas vulkanik di dalam tubuh gunung.

Getaran tersebut, kata dia, dapat terjadi seiring adanya pergerakan dan tekanan material vulkanik di dalam Gunung Semeru.

Karena itu, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung secara menyeluruh.

“Dengan adanya aktivitas kegempaan ini, kami terus melakukan pemantauan. Yang terpenting masyarakat tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi dari petugas,” kata Isnugroho.

BPBD Lumajang memastikan pemantauan di lapangan terus dilakukan secara berkesinambungan.

Kesiapsiagaan personel di Pos Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo dilakukan selama 24 jam secara bergantian. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem peringatan dini dan mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi perubahan aktivitas Gunung Semeru.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Tak Ada Titik Api di Jalur Pos 1-2 Ranu Kumbolo, BPBD Tetap Waspadai Asap di Watu Rejeng

14 September 2026 - 08:00 WIB

Satu Pendaki Ilegal Tersesat di Semeru, 7 Rekannya Berhasil Diamankan Petugas

9 September 2026 - 12:24 WIB

Semeru Disebut Erupsi Bersamaan dengan 4 Gunung, BPBD Lumajang: Cek Dulu Sebelum Share

9 September 2026 - 12:00 WIB

Karhutla TNBTS Mulai Terkendali, Medan Curam Hambat Pemadaman di Blok Po’oh

8 September 2026 - 12:55 WIB

Lahar Dingin Semeru Mengintai, BPBD Lumajang Siapkan Peringatan Dini Berbasis AI dan WhatsApp

4 September 2026 - 10:17 WIB

Trending di Nasional