LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat upaya menjaga Kali Asem melalui kerja bakti dan koordinasi penanganan pendangkalan sungai. Langkah ini menjadi perhatian karena Lumajang menghadapi potensi bahaya lahar dari Gunung Semeru.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau Bunda Indah, memimpin kegiatan korve atau kerja bakti di Kali Asem pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pemerintah daerah untuk membersihkan sampah di sepanjang aliran sungai.
Bunda Indah Usulkan Normalisasi Kali Asem
Bunda Indah menjelaskan bahwa Pemkab Lumajang telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur di Lumajang. Koordinasi tersebut membahas kondisi Kali Asem yang mengalami pendangkalan.
Pemkab Lumajang juga telah mengusulkan normalisasi kepada instansi terkait. Langkah selanjutnya memerlukan tindak lanjut sesuai kewenangan dan hasil penilaian teknis di lapangan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan UPT SDA Provinsi yang ada di Lumajang. Sungai ini mengalami pendangkalan dan sudah kami usulkan untuk dilakukan normalisasi. Lumajang merupakan daerah rawan bencana lahar dingin Semeru, sehingga kondisi sungai harus menjadi perhatian dan perlu ditangani dengan baik,” ujar Bunda Indah.
Pendangkalan sungai perlu mendapat perhatian, terutama pada kawasan yang berpotensi terdampak lahar. Kondisi alur sungai menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam pengelolaan aliran air dan penanganan risiko bencana.
Normalisasi yang diusulkan diharapkan dapat mendukung fungsi aliran Kali Asem. Namun, instansi berwenang tetap perlu menilai kondisi sungai dan menentukan bentuk penanganan yang tepat.
Kerja Bakti Bersihkan Sampah di Aliran Sungai
Sambil menunggu tindak lanjut usulan normalisasi, Pemkab Lumajang melakukan pembersihan sampah di sepanjang Kali Asem. Kegiatan ini melibatkan kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Agus Triyono, para asisten, dan aparatur sipil negara (ASN).
Melalui kegiatan korve, jajaran pemerintah daerah mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai. Pembersihan sampah menjadi langkah nyata untuk merawat lingkungan, meskipun tidak menggantikan kebutuhan penanganan teknis terhadap pendangkalan.
Pemerintah daerah juga perlu melanjutkan koordinasi dengan instansi berwenang agar usulan normalisasi mendapat tindak lanjut. Penanganan sungai membutuhkan langkah yang sesuai dengan kondisi lapangan dan karakteristik aliran air.
Bunda Indah Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Kali Asem
Bunda Indah menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kondisi sungai. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya perlu terus dibangun agar warga tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
Kesadaran tersebut dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan sekitar Kali Asem. Masyarakat juga dapat berperan melalui kegiatan kerja bakti dan kepedulian terhadap kondisi aliran sungai.
Pemkab Lumajang berharap koordinasi dengan instansi terkait dapat mendukung penanganan Kali Asem secara bertahap. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan dan upaya mengurangi risiko bencana lahar Semeru.
Tinggalkan Balasan