Kekeringan Lumajang dan Dampaknya terhadap Warga - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 18 Okt 2026 14:50 WIB ·

Kekeringan Lumajang Belum Usai, Enam Kecamatan Masih Terdampak hingga Desember


 Kekeringan Lumajang Belum Usai, Enam Kecamatan Masih Terdampak hingga Desember Perbesar

LUMAJANG – Kekeringan masih berdampak pada warga di enam kecamatan di Kabupaten Lumajang. Untuk memastikan penanganan terus berjalan, Pemerintah Kabupaten Lumajang memperpanjang masa tanggap darurat kekeringan hingga 11 Desember 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa warga masih menghadapi keterbatasan pasokan air bersih. Enam kecamatan terdampak meliputi Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro.

“Jadi, untuk tanggap darurat kekeringan sudah kita perpanjang sejak tanggal 8 Oktober sampai 11 Desember 2026,” ujar Isnugroho, Jumat (16/10/2026).

Enam Kecamatan Masih Membutuhkan Pasokan Air Bersih

Sebelumnya, Pemkab Lumajang menetapkan status tanggap darurat kekeringan selama 90 hari. Masa tersebut berlangsung sejak 14 Juli hingga 7 Oktober 2026.

Perpanjangan status memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan penanganan di wilayah terdampak. BPBD Lumajang terus memantau kondisi lapangan dan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami keterbatasan pasokan.

Untuk mendukung distribusi, BPBD menyiagakan enam unit truk tangki. Setiap truk memiliki kapasitas 5.000 liter air bersih.

BPBD Siapkan Distribusi Air ke 250 Titik

BPBD Lumajang mencatat target penyaluran air bersih mencapai 250 titik terdampak. Hingga Jumat (16/10/2026), distribusi masih berjalan lancar dengan dukungan para relawan.

“Untuk pembaruan titik kekeringan, berdasarkan laporan ada target 250 titik dropping. Sampai saat ini distribusi air masih lancar, dibantu relawan juga,” kata Isnugroho.

Selain menyalurkan bantuan, Pemkab Lumajang berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Koordinasi ini bertujuan memperkuat dukungan dalam menghadapi dampak kekeringan dan menjaga pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

BPBD Pantau Perkiraan Berakhirnya Musim Kemarau

Isnugroho menjelaskan bahwa musim kemarau di Lumajang diperkirakan berlangsung hingga Desember 2026. Meski begitu, ia berharap hujan turun lebih awal sesuai perkiraan BMKG yang disebutkannya.

“Semoga prediksi BMKG tidak meleset, awal November sudah hujan, walaupun di Lumajang prediksinya Desember. Kalau kekeringan bisa teratasi, otomatis tanggap darurat akan dihentikan,” ungkapnya.

BPBD Lumajang akan terus memantau perkembangan kondisi di enam kecamatan terdampak. Pemerintah daerah juga menjaga kelancaran distribusi air bersih sesuai kebutuhan warga.

Penghentian status tanggap darurat akan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan. Pemerintah berharap kondisi segera membaik agar masyarakat dapat kembali memenuhi kebutuhan air bersih secara normal.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bunda Indah Cicipi Selai Pepaya di Food Security Expo Lumajang, Ada UMKM dan Pasar Murah!

18 Oktober 2026 - 14:57 WIB

21 Pengurus HKTI Lumajang Dikukuhkan, Bunda Indah Dorong Petani Perkuat Ketahanan Pangan

18 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Jalan PB Sudirman Lumajang Mulai Ditata, Proyek 730 Meter Ditargetkan Rampung Desember

18 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Bunda Indah Instruksikan Camat dan Kades Edukasi Warga, Kebersihan Harus Jadi Kebiasaan

18 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Bunda Indah Bersihkan Kali Asem, Usulkan Normalisasi untuk Kurangi Risiko Lahar Semeru

18 Oktober 2026 - 14:47 WIB

R-APBD Lumajang 2027 Lolos Tahap Awal, Prioritas Pembangunan Jadi Sorotan

18 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Trending di Daerah