BPBD Lumajang Perkuat Sistem Mitigasi Semeru, Fokus pada Pemantauan dan Keselamatan Warga - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 5 Nov 2026 09:21 WIB ·

BPBD Lumajang Perkuat Sistem Mitigasi Semeru, Fokus pada Pemantauan dan Keselamatan Warga


 BPBD Lumajang Perkuat Sistem Mitigasi Semeru, Fokus pada Pemantauan dan Keselamatan Warga Perbesar

Lumajang, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memperkuat sistem mitigasi bencana untuk mengantisipasi aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

Upaya tersebut dilakukan melalui penambahan perangkat pemantauan, penyiagaan personel di titik rawan, hingga penguatan sistem peringatan dini bagi masyarakat.

Langkah antisipasi ini dilakukan menyusul aktivitas Gunung Semeru yang masih tergolong aktif. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru pada Rabu, 4 November 2026, tercatat dua kali erupsi, masing-masing pada pukul 12.49 WIB dan 14.41 WIB.

Selain erupsi, aktivitas kegempaan berupa gempa letusan dan gempa guguran juga masih terekam. Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan kondisi masyarakat yang berada di luar zona bahaya hingga pemantauan Rabu sore masih aman dan terkendali.

“Kami terus berkoordinasi dengan PVMBG dan pemerintah desa untuk memastikan tidak ada warga yang beraktivitas di dalam radius bahaya,” kata Isnugroho, Kamis (5/11/2026).

Untuk mendukung pemantauan, BPBD telah menyiagakan personel di Pos Curahkobokan dan Pos Oro-Oro Ombo. Pengawasan visual juga diperkuat dengan penambahan delapan unit CCTV baru yang melengkapi tujuh unit sebelumnya.

Dengan demikian, total terdapat 15 unit CCTV yang digunakan untuk memantau aktivitas Gunung Semeru, kondisi daerah aliran sungai (DAS), serta jalur Piket Nol yang memiliki potensi kerawanan longsor.

“Selain perangkat pemantauan, BPBD memperkuat sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS). Sistem ini ditujukan untuk membantu mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat di kawasan rawan bencana,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolom Abu Semeru Capai 700 Meter, Awan Panas Guguran Terekam Selama 3 Menit 44 Detik

5 November 2026 - 09:37 WIB

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Trending di Nasional