Bahan Bakar Hidrogen Lebih Murah dari BBM dan Kendaraan Listrik? - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 22 Feb 2024 11:44 WIB ·

Bahan Bakar Hidrogen Lebih Murah dari BBM dan Kendaraan Listrik?


 Pertama di Indonesia! PLN Operasikan SPBU Hidrogen Hijau Perbesar

Pertama di Indonesia! PLN Operasikan SPBU Hidrogen Hijau

Lumajang – PT PLN (Persero) telah meresmikan stasiun pengisian hidrogen atau hydrogen refueling station (HRS) pertama di Indonesia, bertempat di Senayan, Jakarta pada hari Rabu (21/2). Langkah inovatif ini dilakukan sebagai bentuk komitmen PLN dalam menciptakan alternatif energi yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Dalam keterangan resminya, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa penggunaan bahan bakar hidrogen hijau yang dihasilkan dari sisa operasional pembangkit memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan dengan BBM.

Dari segi biaya, pemilik kendaraan mobil BBM harus merogoh kocek hingga Rp1.300 per kilometer, sementara kendaraan listrik memiliki biaya yang lebih rendah yaitu sekitar Rp350-400 per kilometer.

Baca Juga: PLN Operasikan SPBU Teknologi Pengisian Hidrogen Hijau Pertama di Indonesia

Namun, pengguna kendaraan yang menggunakan hidrogen hanya perlu mengeluarkan biaya Rp276 per kilometer, lebih hemat dibanding kedua alternatif sebelumnya.

Darmawan juga menambahkan bahwa kelebihan lain dari bahan bakar hidrogen hijau PLN adalah semua produksinya berasal dari dalam negeri. Hal ini berbeda dengan BBM yang masih sebagian besar diimpor.

“Kami bangga dengan pencapaian ini, karena hidrogen hijau yang dihasilkan adalah produk dalam negeri, tidak seperti BBM yang masih banyak yang diimpor,” kata Darmawan.

Baca Juga : Awal Ramadhan Kali Ini Apa Sama Muhammadiyah, Nu & Pemerintah ? Simak Penjelasannya

PLN berharap langkah inovatif ini bisa memberikan kontribusi besar bagi perbaikan kualitas udara, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Trending di Nasional