Mensos Risma Dorong Respons Proaktif Lumajang dalam Mitigasi Bencana - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Nasional · 23 Apr 2024 10:01 WIB ·

Mensos Risma Dorong Respons Proaktif Lumajang dalam Mitigasi Bencana


 Menteri Sosial Tri Rismaharini rapat antisipasi bencana dengan Dinas Sosial Lumajang, Senin (22/4/2024) Perbesar

Menteri Sosial Tri Rismaharini rapat antisipasi bencana dengan Dinas Sosial Lumajang, Senin (22/4/2024)

Lensawarta – Dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana, Tri Rismaharini, Menteri Sosial Republik Indonesia, menekankan pentingnya respons yang lebih cepat dari Dinas Sosial Kabupaten Lumajang. Hal ini menyusul peristiwa banjir lahar hujan dari Gunung Semeru dan tanah longsor yang telah merenggut nyawa tiga warga serta merusakkan sejumlah rumah.

Selagi menyerahkan bantuan kepada keluarga korban yang terdampak, Ibu Rismaharini mengundang Dinas Sosial dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lumajang untuk segera merapatkan barisan dan membahas strategi preventif terhadap insiden banjir lahar yang sering terjadi. “Kita harus fokus pada pencegahan, bukan hanya penanganan setelah kejadian. Tujuannya adalah untuk mengeliminasi kemungkinan adanya korban berikutnya,” ujar Ibu Rismaharini kepada Dewi Susiyanti, Kepala Dinas Sosial Lumajang, pada hari Senin, 22 April 2024.

Baca Juga: Info Prakiraan Cuaca Hari Ini, Lumajang 23 April 2024

Lebih lanjut, Rismaharini mengajak kedua entitas tersebut untuk melakukan studi banding ke Gunung Merapi sebagai referensi. Beliau berpendapat bahwa sistem penanganan bencana di sana telah terbukti efektif, dimana masyarakat setempat telah memahami prosedur evakuasi dan tindakan yang harus diambil saat bencana datang.

Rismaharini juga menegaskan bahwa evaluasi ini dilakukan karena Lumajang memiliki beragam potensi risiko bencana yang memerlukan antisipasi yang matang. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten bersama Tagana harus lebih gesit dalam mengambil langkah-langkah yang dapat mengurangi jumlah korban.

“Potensi bencana di Lumajang tidak terbatas pada erupsi Semeru saja, tetapi juga bencana lain seperti banjir lahar. Kita perlu pendekatan yang lebih komprehensif dan akurat dalam hal ini,” terang Rismaharini. Beliau berkomitmen bahwa Kementerian Sosial akan memberikan arahan kepada pemerintah kabupaten dalam menyusun rencana detail penanganan bencana.

Baca Juga: Si Jago Merah Lalap GM Plaza Lumajang

“Untuk himbauan, biarkan pemerintah daerah yang bertindak. Namun, dalam merumuskan kebijakan preventif, Kementerian Sosial akan memberikan bimbingan,” tutup Rismaharini.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Widarto Tegur Sekda Jember di Rapat Banggar, Jangan Berpolitik dengan Data Bantuan

30 Desember 2025 - 16:42 WIB

Widarto Cium Politisasi Birokrasi dalam Pengelolaan Data DBHCHT di Jember

30 Desember 2025 - 16:22 WIB

Rute Surabaya-Palangkaraya Jadi Upaya Citilink Permudah Mobilitas Wisata dan Bisnis

24 Desember 2025 - 18:28 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter, Status Masih Siaga

20 Desember 2025 - 19:57 WIB

Bank Indonesia Prediksi Penjualan Eceran Surabaya Naik 19,7 Persen YoY di November 2025

20 Desember 2025 - 13:37 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter Mengarah ke Timur

20 Desember 2025 - 12:57 WIB

Trending di Nasional