Tak Ada Jembatan, Tak Ada Rumah Baru, Sikap Tegas Pemkab Lumajang untuk Sumberlangsep - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 1 Mar 2026 10:24 WIB ·

Tak Ada Jembatan, Tak Ada Rumah Baru, Sikap Tegas Pemkab Lumajang untuk Sumberlangsep


 Tak Ada Jembatan, Tak Ada Rumah Baru, Sikap Tegas Pemkab Lumajang untuk Sumberlangsep Perbesar

Lumajang, – Dusun Sumberlangsep kini bak pulau kecil yang terperangkap di tengah ancaman lahar Gunung Semeru. Jembatan limpas di atas Sungai Regoyo yang terputus akibat banjir lahar hujan membuat akses keluar-masuk dusun lumpuh total. Sebanyak 135 kepala keluarga terisolasi, menggantungkan harapan pada kondisi alam yang tak menentu.

Banjir lahar yang terjadi pada 5-6 Desember 2025 meninggalkan jejak kehancuran. Material pasir, batu, dan lumpur menimbun sebagian rumah warga. Pekarangan berubah menjadi hamparan abu mengeras, sementara suara gemuruh Sungai Regoyo menjadi alarm alami yang menandakan ancaman belum usai.

Untuk keluar dusun, warga terpaksa menyeberangi aliran sungai yang sewaktu-waktu bisa kembali membawa material vulkanik dari puncak Semeru. Aktivitas ekonomi tersendat, distribusi kebutuhan pokok terhambat, dan rasa waswas menjadi bagian dari keseharian.

Pemerintah daerah memastikan tak akan ada pembangunan kembali di kawasan yang telah berstatus Kawasan Rawan Bencana (KRB) III atau zona merah.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan membangun jembatan baru sama saja membuka kembali akses menuju bahaya.

“Kalau difasilitasi jembatan, itu berarti memberi ruang aktivitas di zona merah,” katanya, Minggu (1/3/2026).

Karena itu, relokasi menjadi solusi tunggal yang ditawarkan pemerintah. Lokasi baru dijanjikan tetap berada tak jauh dari permukiman lama agar warga masih dapat mengakses kebun sebagai sumber penghidupan.

“Warga Sumberlangsep mau tidak mau, suka tidak suka, di sana sudah masuk zona merah, jadi tidak mungkin pemerintah membangunkan (rumah) disana,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Lahar Hujan Semeru Terjang Lumajang, Satu Alat Berat Terseret Arus

8 April 2026 - 14:45 WIB

Status Siaga, Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

8 April 2026 - 07:48 WIB

Erupsi Semeru Terekam Seismogram 27 mm, Luncuran Awan Panas 4,5 Km

7 April 2026 - 20:55 WIB

Pertamina Tambah Pasokan 45,8 Persen, Kenapa LPG 3 Kg Masih Langka di Lumajang?

7 April 2026 - 18:18 WIB

Trending di Nasional