Sebelum Pertalite Hilang dari Peredaran, Ini Dia Sejarah dan Alasan di Balik Penghapusan Produk Ini - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 24 Apr 2024 09:17 WIB ·

Sebelum Pertalite Hilang dari Peredaran, Ini Dia Sejarah dan Alasan di Balik Penghapusan Produk Ini


 Pertalite, BBM Bersubsidi Pertamina Perbesar

Pertalite, BBM Bersubsidi Pertamina

Lensawarta – Pertamina, perusahaan minyak nasional Indonesia, mengumumkan rencana untuk menghentikan penjualan bensin Pertalite. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan pasar yang terus berkembang dan untuk memastikan distribusi bahan bakar yang lebih efisien.

Pertalite, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015 sebagai alternatif untuk bensin Premium, telah menjadi topik perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Dengan harga yang lebih tinggi dari Premium, Pertalite menawarkan nilai oktan RON 90, yang lebih sesuai dengan kendaraan modern.

Premium yang sudah lama menjadi BBM subsidi memang sangat murah tetapi dengan Oktan Ron 88 tentu tidak cocok lagi dengan motor kekinian yang cocoknya dengan RON 90.

Baca Juga: Sedia Payung Sebelum Hujan, Berikut Prakiraan cuaca Lumajang hari ini
Pertalite menjadi jawaban kala itu dan dijual pertama kali oleh Pertamina seharga Rp8.400 per liter.

Pertamina menyatakan bahwa penggunaan Pertalite akan diawasi lebih ketat menjelang penghentian penjualannya, untuk memastikan bahwa bahan bakar tersebut digunakan oleh konsumen yang tepat.

Nama “Pertalite” sendiri merupakan gabungan dari “Pertamax” dan “Light”, mencerminkan posisinya sebagai pilihan bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah dibandingkan Pertamax RON 92.

Baca Juga: Tips Untuk Memperoleh Pekerjaan Dengan Lebih Mudah Melalui 6 Cara Ini, Termasuk Menggunakan Media Sosial

Seiring dengan kemajuan teknologi kendaraan dan peningkatan standar emisi, Pertamax dengan oktan RON 92 kini menjadi pilihan yang lebih disarankan. Hal ini mendorong Pertamina untuk mengalihkan fokusnya pada produk bahan bakar dengan spesifikasi yang lebih tinggi.

Itulah alasan mengapa pertalite akan dihapuskan.

Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional