Dirawat Lebih dari Satu Bulan, Paus Fransiskus Disebut Harus Belajar Bicara Lagi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

International · 24 Mar 2025 11:31 WIB ·

Dirawat Lebih dari Satu Bulan, Paus Fransiskus Disebut Harus Belajar Bicara Lagi


 Dirawat Lebih dari Satu Bulan, Paus Fransiskus Disebut Harus Belajar Bicara Lagi Perbesar

Lensa Warta – Setelah menjalani perawatan intensif akibat pneumonia ganda, Paus Fransiskus dikabarkan harus belajar berbicara kembali.

Hal ini terjadi karena efek samping dari terapi oksigen aliran tinggi yang ia jalani selama beberapa pekan di Rumah Sakit Gemelli, Roma.

Kondisi terbaru Paus diungkapkan oleh Kardinal Vatikan, Victor Manuel Fernandez, dalam acara peluncuran buku terbaru pemimpin Gereja Katolik tersebut.

“Paus dalam kondisi sangat baik, tetapi oksigen aliran tinggi mengeringkan segalanya,” kata Fernandez, dikutip Reuters, Jumat 21 Maret 2025.

Fernandez menjelaskan bahwa meskipun kondisi fisik Paus masih stabil, efek terapi oksigen yang berkepanjangan membuatnya harus kembali melatih cara berbicara.

“Dia (Paus Fransiskus) perlu belajar kembali cara berbicara, tetapi kondisi fisiknya secara keseluruhan masih seperti sebelumnya,” imbuhnya.

Diketahui, Paus Fransiskus telah menjalani perawatan selama lebih dari lima pekan akibat pneumonia ganda yang menyerang kedua paru-parunya.

Selama dirawat, Vatikan hanya sekali merilis suara Paus pada 6 Maret 2025, yang saat itu terdengar serak dan sesak.

Dalam pembaruan terbaru pada Jumat, Kantor Pers Takhta Suci Vatikan menyatakan bahwa kondisi Paus stabil.

“Pada malam hari, dia tak lagi menggunakan ventilasi mekanis dengan masker, tetapi menerima oksigenasi aliran tinggi melalui kanula hidung,” demikian pernyataan resmi Vatikan yang dikutip Vatican News.

Pada siang hari, penggunaan oksigen aliran tinggi semakin dikurangi seiring dengan perbaikan kondisi Paus.

Dokter menyebut bahwa fungsi pernapasan dan motorik Paus Fransiskus mulai membaik, meskipun belum ada kepastian kapan ia bisa keluar dari rumah sakit.

Selama masa pemulihan, Paus tidak menerima pengunjung dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk berdoa, menjalani terapi, serta melakukan pekerjaan ringan.

Namun, akhirnya Paus Fransiskus muncul di balkon Rumah Sakit Gemelli pada Minggu, 23 Maret 2025, dalam penampilan publik pertamanya setelah lima pekan dirawat.

Ia tampak mengacungkan jempol dan melambaikan tangan ke arah kerumunan umat yang berkumpul.

Meski terlihat lelah, ia tetap menyapa jemaat yang hadir.

“Saya melihat perempuan ini dengan bunga-bunga kuning. Brava!” ucap Paus dengan suara yang masih terdengar lemah. Ia juga sempat membuat tanda salib sebelum kembali didorong masuk ke dalam dengan kursi roda.

Melansir Irish Examiner, banyak umat yang bersorak “Viva il Papa!” dan “Papa Francesco!” sebagai ungkapan kegembiraan atas kondisi Paus yang semakin membaik.

Paus Fransiskus kini telah kembali ke Vatikan untuk menjalani masa pemulihan selama dua bulan.

Tim dokter menyarankan agar ia menghindari pertemuan besar dan aktivitas berat agar dapat pulih sepenuhnya.

Meskipun masih dalam tahap pemulihan, umat Katolik di seluruh dunia merasa lega dan bersyukur atas kesembuhan Paus setelah menjalani rawat inap terpanjang dalam 12 tahun kepausannya.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Lumajang Titip Doa Jamaah Haji untuk Keamanan dan Kesejahteraan Daerah

12 Mei 2026 - 13:04 WIB

Cegah Kepanikan, Pemkab Lumajang Perketat Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg

26 Maret 2026 - 09:36 WIB

Pengamanan Diperketat, Polisi Pastikan Wisata Tumpak Sewu Tetap Kondusif

24 Maret 2026 - 09:15 WIB

Agus Setiawan: Jika Konflik Global Meluas, Dampaknya Bisa Sampai ke Usaha Kecil di Daerah

14 Maret 2026 - 18:43 WIB

Ketua Kadin Lumajang: Pengusaha Mulai Pusing Hadapi Dampak Perang Iran–Israel

14 Maret 2026 - 18:27 WIB

Agus Setiawan, Jangan Ikut-Ikutan Panic Buying Jika Energi Mulai Langka

13 Maret 2026 - 18:33 WIB

Trending di International