Kalpataru Lestari Lumajang Sebagai Inspirasi Lingkungan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 20 Mei 2025 10:40 WIB ·

Dari Lumajang untuk Indonesia: Dua Tokoh Lingkungan Diusulkan Raih Apresiasi Kalpataru Lestari 2025


 Dari Lumajang untuk Indonesia: Dua Tokoh Lingkungan Diusulkan Raih Apresiasi Kalpataru Lestari 2025 Perbesar

Lumajang, Jawa Timur – Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan komitmen kuat dalam pelestarian lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengusulkan dua tokoh inspiratif untuk menerima Apresiasi Kalpataru Lestari Nasional 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

DLH memilih KPSA Kalijambe yang menjaga hutan bambu di Candipuro, serta Sucipto, pencetus PLTMH di Desa Sumberwuluh. Keduanya dinilai berhasil menciptakan dampak ekologis, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

“KPSA menjaga debit air dan mencegah longsor melalui konservasi bambu. Sementara Pak Sucipto menghadirkan listrik terbarukan yang menopang kebutuhan warga,” ujar Gunawan Eko, Kabid Pemeliharaan DLH Lumajang, Senin (19/5/2025).

Jejak Inovasi dari Akar Rumput

KPSA Kalijambe aktif selama lebih dari satu dekade. Mereka tidak hanya merawat hutan, tapi juga menghidupi warga dengan produk bambu dan edukasi lingkungan. Di sisi lain, PLTMH buatan Sucipto tak hanya menerangi desa, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis energi terbarukan.

Gunawan menambahkan bahwa DLH tidak sekadar mengusulkan nama, melainkan menyampaikan pesan penting tentang inovasi berbasis komunitas dan keteladanan lokal.

“Apresiasi ini menjadi pengakuan nasional atas aksi nyata yang tumbuh dari desa, dari gotong royong, bukan hanya dari wacana,” tegasnya.

Tentang Penghargaan Kalpataru Lestari

Apresiasi Kalpataru Lestari diberikan kepada tokoh yang sebelumnya menerima Kalpataru dan tetap konsisten dalam menjaga lingkungan. Kriteria utamanya mencakup keberlanjutan aksi, pengaruh terhadap ekosistem dan ekonomi, serta keterlibatan generasi muda dan jejaring kemitraan.

DLH berharap, usulan ini menginspirasi masyarakat luas bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan kesungguhan dan cinta terhadap alam.

Lumajang Siap Jadi Teladan Nasional

Dengan dukungan komunitas dan pemerintah, Lumajang ingin mengangkat kisah-kisah lokal yang telah memberi perubahan. KPSA Kalijambe dan Sucipto bukan hanya pahlawan lingkungan daerah, tapi juga contoh nasional tentang bagaimana keberlanjutan dan kemandirian bisa diwujudkan dari desa.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Laut ke Keheningan, Makna Sakral Melasti hingga Catur Brata Penyepian

18 Maret 2026 - 23:15 WIB

Tawur Agung Kesango, Upaya Menyucikan Buana Alit dan Buana Agung

18 Maret 2026 - 23:04 WIB

Nyepi dan Ramadan Beriringan, Budiono Ajak Jaga Kerukunan

18 Maret 2026 - 22:41 WIB

Ogoh-Ogoh sebagai Simbol Negatif, Tradisi Pengerupukan Sarat Makna

18 Maret 2026 - 22:18 WIB

Masjid Jadi Oase Pemudik di Lumajang saat Arus Mudik Lebaran

18 Maret 2026 - 17:17 WIB

Tekan Dampak Kenaikan Harga, Bansos Pangan Disalurkan ke Ratusan Ribu KPM di Banyuwangi

18 Maret 2026 - 13:20 WIB

Trending di Daerah