Kalpataru Lestari Lumajang Sebagai Inspirasi Lingkungan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 20 Mei 2025 10:40 WIB ·

Dari Lumajang untuk Indonesia: Dua Tokoh Lingkungan Diusulkan Raih Apresiasi Kalpataru Lestari 2025


 Dari Lumajang untuk Indonesia: Dua Tokoh Lingkungan Diusulkan Raih Apresiasi Kalpataru Lestari 2025 Perbesar

Lumajang, Jawa Timur – Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan komitmen kuat dalam pelestarian lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengusulkan dua tokoh inspiratif untuk menerima Apresiasi Kalpataru Lestari Nasional 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

DLH memilih KPSA Kalijambe yang menjaga hutan bambu di Candipuro, serta Sucipto, pencetus PLTMH di Desa Sumberwuluh. Keduanya dinilai berhasil menciptakan dampak ekologis, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

“KPSA menjaga debit air dan mencegah longsor melalui konservasi bambu. Sementara Pak Sucipto menghadirkan listrik terbarukan yang menopang kebutuhan warga,” ujar Gunawan Eko, Kabid Pemeliharaan DLH Lumajang, Senin (19/5/2025).

Jejak Inovasi dari Akar Rumput

KPSA Kalijambe aktif selama lebih dari satu dekade. Mereka tidak hanya merawat hutan, tapi juga menghidupi warga dengan produk bambu dan edukasi lingkungan. Di sisi lain, PLTMH buatan Sucipto tak hanya menerangi desa, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis energi terbarukan.

Gunawan menambahkan bahwa DLH tidak sekadar mengusulkan nama, melainkan menyampaikan pesan penting tentang inovasi berbasis komunitas dan keteladanan lokal.

“Apresiasi ini menjadi pengakuan nasional atas aksi nyata yang tumbuh dari desa, dari gotong royong, bukan hanya dari wacana,” tegasnya.

Tentang Penghargaan Kalpataru Lestari

Apresiasi Kalpataru Lestari diberikan kepada tokoh yang sebelumnya menerima Kalpataru dan tetap konsisten dalam menjaga lingkungan. Kriteria utamanya mencakup keberlanjutan aksi, pengaruh terhadap ekosistem dan ekonomi, serta keterlibatan generasi muda dan jejaring kemitraan.

DLH berharap, usulan ini menginspirasi masyarakat luas bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan kesungguhan dan cinta terhadap alam.

Lumajang Siap Jadi Teladan Nasional

Dengan dukungan komunitas dan pemerintah, Lumajang ingin mengangkat kisah-kisah lokal yang telah memberi perubahan. KPSA Kalijambe dan Sucipto bukan hanya pahlawan lingkungan daerah, tapi juga contoh nasional tentang bagaimana keberlanjutan dan kemandirian bisa diwujudkan dari desa.

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wabup Lumajang Dorong Masjid Nurul Huda Jadi Pusat Pendidikan Al-Qur’an Anak

8 Oktober 2026 - 10:06 WIB

6 Km Jalan Bergelombang di Lumajang Ditangani, Nilai Kontrak Rp10,92 Miliar

8 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Punya Tunangan, Oknum Guru di Lumajang Diduga Masih Selingkuh Dengan Suami Orang

6 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Jalan Jalur Evakuasi Semeru Rusak Belasan Tahun, Lumajang Dapat Anggaran Rp18 Miliar

6 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Kekeringan Lumajang Berlanjut, BPBD Ajukan Tanggap Darurat Tambahan 65 Hari

5 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Cabai Rawit Rp75 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Harga Tinggi Konsumen Hadapi Beban

5 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Trending di Daerah