Gropyokan Bukan Sekadar Basmi Tikus, Tapi Rawat Kebersamaan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 15 Jun 2025 14:48 WIB ·

Gropyokan Bukan Sekadar Basmi Tikus, Tapi Rawat Kebersamaan


 Gropyokan Bukan Sekadar Basmi Tikus, Tapi Rawat Kebersamaan Perbesar

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menegaskan bahwa solidaritas dan kebersamaan warga menjadi kunci utama dalam memperkuat pembangunan daerah. Pernyataan ini ia sampaikan saat mengikuti langsung aksi gropyokan hama tikus bersama petani dan masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, pada Kamis (12/06/2025).

“Saya datang bukan karena ada hama, tapi karena melihat semangat kebersamaan yang luar biasa di sini. Inilah kekuatan sejati Lumajang,” ujar Bunda Indah di tengah-tengah sawah yang ramai oleh warga.

Kehadiran Bunda Indah bukan sekadar simbolis. Ia benar-benar turun ke sawah untuk menunjukkan dukungan langsung kepada para petani yang sedang berjuang melindungi tanamannya dari serangan hama tikus.

Aksi gropyokan ini melibatkan banyak pihak. Selain warga dan petani, turut hadir aparat desa, TNI-Polri, serta tokoh masyarakat. Semua bahu-membahu dalam suasana yang penuh semangat gotong royong.

Lebih lanjut, Bunda Indah menekankan bahwa kemajuan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. “Pembangunan yang cepat dan efektif hanya bisa terjadi jika kita bersatu. Peran petani, tokoh masyarakat, dan tokoh agama sangat penting untuk menjaga harmoni sosial,” tambahnya.

Menurutnya, Desa Sidorejo patut menjadi inspirasi. Aksi bersama ini tidak hanya berdampak pada pengendalian hama, tetapi juga memperkuat nilai persatuan dan rasa memiliki antarwarga.

Dengan demikian, kegiatan gropyokan ini memiliki dua makna sekaligus: menyelamatkan hasil panen dan merawat rasa kebersamaan yang menjadi fondasi kemajuan Lumajang.

Pemerintah berharap semangat serupa bisa menjalar ke desa-desa lain di Kabupaten Lumajang. Terutama dalam menghadapi tantangan di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah