Berpacu dengan Ancaman Lahar, Perbaikan Tanggul Sungai Regoyo Dikebut - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 3 Feb 2026 13:33 WIB ·

Berpacu dengan Ancaman Lahar, Perbaikan Tanggul Sungai Regoyo Dikebut


 Berpacu dengan Ancaman Lahar, Perbaikan Tanggul Sungai Regoyo Dikebut Perbesar

Lumajang, – Petugas terus berpacu dengan waktu dalam memperbaiki tanggul Sungai Regoyo yang jebol akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru. Proses perbaikan dilakukan di tengah ancaman banjir lahar susulan yang sewaktu-waktu dapat kembali menerjang kawasan tersebut.

Sebanyak empat unit alat berat milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN) Jawa Timur–Bali dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas diterjunkan ke Sungai Regoyo, Desa Gondoruso, Kabupaten Lumajang, untuk mempercepat penanganan kerusakan infrastruktur.

Fokus utama pekerjaan saat ini adalah penutupan tanggul yang jebol di bagian hulu sungai, selain normalisasi alur sungai guna mengurangi risiko luapan lahar ke permukiman warga.

Kondisi geografis Sungai Regoyo yang berada di jalur aliran lahar Gunung Semeru membuat proses perbaikan memiliki tingkat risiko tinggi.

Petugas Pengawas TRC Tanggap Bencana BBWS Brantas, Agus Wintoro, mengungkapkan bahwa ancaman banjir lahar hujan masih menjadi tantangan terbesar di lapangan.

“Kami harus berpacu dengan waktu karena wilayah ini rawan kembali diterjang banjir lahar. Hal ini tentu berisiko terhadap proses penanganan tanggul,” katanya, Selasa (3/2/2026).

Selain penanganan tanggul, petugas juga melakukan normalisasi sungai serta penimbunan dan pemadatan badan jalan yang rusak akibat tergerus banjir lahar. “Seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor keselamatan petugas,” tuturnya.

Kerusakan tanggul dan infrastruktur akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru berdampak langsung pada aktivitas dan mobilitas warga sekitar. Luapan material pasir dan batu sempat menutup akses jalan desa dan mengancam area permukiman warga di sekitarnya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hidup Rukun di Lereng Semeru, Kampung Pancasila Rawat Toleransi Sehari-hari

21 Mei 2026 - 13:29 WIB

Hari Kebangkitan Nasional Bukan Sekadar Seremoni, Ini Pesan Wabup Lumajang

20 Mei 2026 - 20:26 WIB

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Trending di Nasional