Wisata Andalan Kini Jadi Beban APBD Lumajang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Pariwisata · 26 Jun 2025 13:34 WIB ·

Wisata Andalan Kini Jadi Beban APBD Lumajang


 Wisata Andalan Kini Jadi Beban APBD Lumajang Perbesar

Lumajang, – Dua destinasi wisata andalan Kabupaten Lumajang, yakni Water Park KWT di Wonorejo dan Pemandian Alam Selokambang, kini menuai sorotan tajam dari DPRD.

Dalam rapat paripurna pembahasan Raperda Perubahan APBD 2025, Fraksi NasDem-PKS menyebut bahwa kedua tempat wisata tersebut justru menjadi beban bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), alih-alih memberikan kontribusi.

Anggota DPRD dari Fraksi NasDem-PKS, Arif Wijayanto, menyampaikan keprihatinannya terhadap pengelolaan dua objek wisata yang dulunya sempat menjadi ikon wisata lokal. Ia menyoroti khususnya Water Park KWT, yang pada awal 2000-an pernah menjadi primadona bagi wisatawan lokal dan keluarga.

“Water Park KWT pernah berjaya di tahun 2005-an, tapi sekarang ditinggalkan pengunjung. Ini jelas karena kurangnya inovasi dan harga tiket yang kurang bersaing,” ujar Arif saat menyampaikan pandangan umum fraksinya dalam rapat paripurna, Kamis (26/6/25).

Menurutnya, kurangnya pembaruan wahana, minimnya promosi, serta harga tiket yang tidak kompetitif membuat destinasi ini kian terpinggirkan. Ia juga mempertanyakan keberlanjutan dan efektivitas pengelolaan wisata Selokambang, yang selama ini dianggap sebagai aset pariwisata daerah.

Tak hanya aspek manajemen, Fraksi NasDem-PKS juga menyoroti persoalan keuangan yang membelit kedua destinasi tersebut. Mereka meminta kejelasan soal keseimbangan antara biaya operasional dengan pendapatan yang diperoleh.

“Jika biaya operasional dan perawatan lebih besar daripada pendapatan, maka sangat tidak efisien dan membebani APBD. Dalam kondisi seperti ini, lebih baik pengelolaan diserahkan kepada pihak ketiga, BUMD, atau bahkan dijadikan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),” tambahnya.

Fraksi ini pun mengusulkan agar Pemkab membuka opsi pengelolaan melalui badan usaha yang lebih fleksibel dan profesional, seperti BUMDes atau koperasi lokal, agar bisa lebih adaptif dalam bersaing dengan destinasi wisata lainnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa pemerintah tengah mendorong strategi branding wisata secara menyeluruh.

Ia menyatakan bahwa acara-acara formal pemerintah akan dilaksanakan secara bergantian di berbagai destinasi wisata, baik milik pemerintah, swasta, maupun komunitas.

Namun kenyataan di lapangan tampak berbeda. Dalam kunjungannya ke Selokambang baru-baru ini, Bupati Indah mengakui langsung bahwa kolam pemandian dalam kondisi kotor dan belum terawat.

Hal ini menjadi ironi tersendiri, mengingat lokasi tersebut dipilih untuk menggelar acara resmi penyerahan SK PPPK Tahap 1 Formasi 2024.

Kondisi ini semakin memperkuat desakan DPRD agar pemerintah tidak hanya fokus pada promosi, tetapi juga serius dalam membenahi fisik dan sistem pengelolaan destinasi wisata.

Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Kaki Gunung Semeru, Sumber Telu Menyimpan Cerita Air, Salak, dan Tradisi Warga

13 September 2026 - 10:12 WIB

Kapas Biru di Mata Wisatawan China: Ketika Alam Menjadi Daya Tarik Utama

11 September 2026 - 10:29 WIB

Bupati Lumajang: Jangan Ngaku Orang Indonesia Kalau Belum ke Tumpak Sewu

20 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Sedekah Desa hingga Agrowisata, Bukit Jenggolo Mulai Dilirik Wisatawan Luar Daerah

16 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Dikemas Jadi Tape Fest, Pemdes Bidik Event Tahunan di Bukit Jenggolo

16 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Lumajang Hadirkan Jaran Kencak hingga Bantengan dan 5.000 Porsi Tape Ketan

16 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Trending di Pariwisata