Pemkot Surabaya Terapkan Jam Malam untuk Lindungi Anak dari Risiko Negatif - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 2 Jul 2025 09:40 WIB ·

Pemkot Surabaya Terapkan Jam Malam untuk Lindungi Anak dari Risiko Negatif


 Pemkot Surabaya Terapkan Jam Malam untuk Lindungi Anak dari Risiko Negatif Perbesar

Surabaya, – Pemerintah Kota Surabaya melalui Wali Kota Eri Cahyadi mengumumkan pelaksanaan kebijakan jam malam yang ditujukan khusus untuk anak-anak guna melindungi mereka dari berbagai risiko negatif saat berada di luar rumah pada malam hari.

Kebijakan ini akan mulai diberlakukan pada Kamis, 3 Juli 2025, dengan dukungan pembentukan satuan tugas (Satgas) di setiap Rukun Warga (RW).

Menurut Eri Cahyadi, langkah ini diambil sebagai upaya preventif agar anak-anak tidak terpapar hal-hal negatif yang mungkin terjadi jika mereka berkegiatan tanpa pengawasan orang tua setelah pukul 22.00 WIB.

Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan ini, Pemkot Surabaya membentuk Satgas di setiap RW yang bertugas melakukan pengawasan dan penertiban.

“Setiap RW akan memiliki Satgas yang bertugas mengawasi anak-anak agar tidak berada di luar rumah melewati jam yang telah ditentukan,” jelas Eri saat ditemui di Surabaya, Selasa (2/7/25).

Sweeping jam malam ini akan difokuskan pada anak-anak yang tidak sedang mengikuti kegiatan belajar atau aktivitas positif lainnya. Anak-anak yang diketahui orang tua sedang menjalani pembelajaran atau kegiatan resmi tidak akan dikenai tindakan.

Namun, bagi yang ditemukan berkelompok dengan perilaku tidak aman seperti boncengan motor bertiga tanpa helm, akan dilakukan penertiban.

Eri menegaskan bahwa penegakan aturan ini dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, sekolah, dan keluarga.

“Perubahan budaya ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi harus bersama-sama dengan orang tua dan lingkungan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Surabaya menegaskan bahwa tidak ada sanksi administratif bagi anak-anak yang terjaring sweeping. Anak-anak tersebut akan langsung diserahkan kepada orang tua atau Satgas RW untuk mendapatkan pembinaan dan pengawasan lebih lanjut.

“Kami serahkan kepada orang tua dan lingkungan untuk membimbing anak-anak agar lebih disiplin dan terlindungi,” tambah Eri.

Untuk diketahui, elaksanaan kebijakan jam malam ini didasarkan pada Surat Edaran (SE) Nomor 400.2.4/12681/436.7.8/2025 tentang Pembatasan Jam Malam bagi Anak. SE tersebut menjadi dasar hukum bagi Satgas dalam melakukan pengawasan dan penertiban jam malam anak di seluruh wilayah Surabaya.

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah