Surabaya Terapkan Program Pembinaan 7 Hari Pascasweeping Remaja - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 4 Jul 2025 15:12 WIB ·

Surabaya Terapkan Program Pembinaan 7 Hari Pascasweeping Remaja


 Surabaya Terapkan Program Pembinaan 7 Hari Pascasweeping Remaja Perbesar

Surabaya, – Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah progresif dalam menangani kenakalan remaja pasca sweeping yang dilakukan baru-baru ini.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa remaja yang terlibat akan menjalani pembinaan selama tujuh hari dengan pendekatan humanis dan kolaboratif bersama orang tua, bukan sekadar hukuman semata.

Dalam konferensi pers yang digelar Jumat (4/7/2025), Eri menegaskan bahwa pembinaan yang diterapkan bukanlah bentuk hukuman keras, melainkan upaya edukasi dan perubahan perilaku melalui diskusi intensif dengan para orang tua.

“Kalau anaknya sudah terlibat minum alkohol atau kenakalan lain, saya akan ajak orang tua berdiskusi dulu. Saya bilang, ‘Ini saya didik ya,’ karena anaknya sudah melewati batas,” ujarnya.

Eri menambahkan, jika orang tua merasa tidak mampu mengawasi atau mendidik anaknya, Pemkot Surabaya siap menampung remaja tersebut di asrama milik pemerintah kota selama enam bulan sebagai bentuk pembinaan intensif.

“Tapi semua keputusan diambil bersama, bukan sepihak dari kami. Ini demi merubah mindset anak dan orang tua,” jelasnya.

Untuk mendukung program pembinaan ini, Pemkot Surabaya menggandeng berbagai pihak termasuk Satgas kampung, TNI, Polri, LSM, komunitas perlindungan anak perempuan, dan organisasi masyarakat lainnya.

Mereka akan bergerak bersama-sama untuk mengawasi dan mendukung remaja agar tidak kembali terjerumus dalam kenakalan.

Bagi remaja yang tidak terlibat kenakalan, Eri memastikan mereka akan dipulangkan ke satgas kampung masing-masing agar tetap mendapat pengawasan dan bimbingan lokal. “Kami ingin semua elemen masyarakat terlibat aktif menjaga anak-anak kita,” katanya.

Selain pembinaan, Pemkot Surabaya juga menggalakkan pembatasan jam malam bagi anak di bawah 18 tahun sebagai langkah preventif untuk mengurangi tindak kejahatan dan potensi menjadi korban kejahatan. Eri menegaskan bahwa peran orang tua sangat vital dalam penerapan aturan ini.

“Dimulai dari orang tua, jangan lupa kalau punya anak itu harus dididik dengan baik. Ini kunci utama agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat dan produktif,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah