PVMBG Tegaskan Status Waspada Gunung Semeru, Warga Dilarang Mendekat ke Besuk Kobokan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 6 Jul 2025 11:39 WIB ·

PVMBG Tegaskan Status Waspada Gunung Semeru, Warga Dilarang Mendekat ke Besuk Kobokan


 PVMBG Tegaskan Status Waspada Gunung Semeru, Warga Dilarang Mendekat ke Besuk Kobokan Perbesar

Lumajang, – Meski status Gunung Semeru masih berada pada level Waspada (Level II), intensitas letusan dan aktivitas kegempaan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertegas imbauan larangan aktivitas di sektor tenggara, terutama di sepanjang aliran Besuk Kobokan.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.42 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl),” ujar Liswanto, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, dalam laporan tertulis yang diterima pada Ahad (6/7/25) pagi.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah barat daya. Saat laporan itu disampaikan, erupsi masih berlangsung. Sebelumnya, pada pukul 01.11 WIB, Semeru juga mengalami erupsi meskipun visual letusannya tidak teramati.

PVMBG mencatat peningkatan aktivitas kegempaan pada Sabtu (5/7), termasuk 35 kali gempa letusan dengan amplitudo 11–23 mm, enam kali gempa embusan, dua kali gempa harmonik, serta tujuh kali gempa tektonik jauh. Ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Semeru masih cukup tinggi.

Sebagai respons, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun dalam radius delapan kilometer dari puncak di sektor tenggara, terutama di sepanjang Besuk Kobokan. Di luar radius tersebut, warga juga diimbau tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar dapat mencapai hingga 13 kilometer.

PVMBG juga menekankan larangan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak karena berisiko terkena lontaran batu pijar. Warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar sungai-sungai seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat juga diminta untuk mewaspadai potensi aliran lahar hujan.

Gunung Semeru, yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl, masih menunjukkan aktivitas yang fluktuatif sejak peningkatan status terakhirnya. Otoritas kebencanaan daerah telah bersiaga dan terus memantau perkembangan situasi, sambil mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Trending di Nasional