Arif Fathoni Usul TNI Dilibatkan dalam Pendidikan Karakter Remaja Surabaya - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 7 Jul 2025 19:01 WIB ·

Arif Fathoni Usul TNI Dilibatkan dalam Pendidikan Karakter Remaja Surabaya


 Arif Fathoni Usul TNI Dilibatkan dalam Pendidikan Karakter Remaja Surabaya Perbesar

Surabaya, – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni mengusulkan kerja sama antara Pemerintah Kota Surabaya dan TNI dalam upaya pembinaan karakter generasi muda. Ia menilai keterlibatan TNI sangat penting untuk menanamkan kedisiplinan, jiwa nasionalisme, serta membentuk karakter tangguh bagi anak-anak dan remaja di Kota Pahlawan.

Usulan ini disampaikan Fathoni sebagai respons atas kebijakan pemberlakuan jam malam oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Kebijakan tersebut ditujukan untuk membatasi aktivitas anak di luar rumah hingga larut malam dan sebagai upaya penguatan pendidikan karakter.

Baca juga: Surabaya Terapkan Program Pembinaan 7 Hari Pascasweeping Remaja

“Jika ditemukan anak-anak yang berulang kali melanggar jam malam, perlu diberikan pendidikan karakter, bukan sekadar sanksi. Di sinilah TNI bisa berperan, melalui pelatihan kedisiplinan dan pembinaan yang mendidik,” ujar Arif Fathoni, Senin (7/7/2025).

Ia menyebut, Surabaya memiliki potensi besar untuk menjalin kolaborasi dengan institusi TNI, mengingat keberadaan markas besar seperti Koarmada II dan Kodam V/Brawijaya di kota ini.

Baca juga: Komitmen Baru: Kasat Reskrim Surabaya Nyatakan Perang Terhadap Curanmor

“Pemkot bisa menggandeng Koarmada maupun Kodam untuk memberikan pelatihan disiplin dan pembinaan nasionalisme kepada remaja. Ini penting agar mereka terhindar dari pergaulan bebas, narkoba, dan pengaruh negatif lainnya,” tambahnya.

Lebih jauh, Arif Fathoni juga menekankan perlunya program evaluasi berkala atas penerapan kebijakan jam malam, minimal setiap tiga bulan sekali. Hal ini, menurutnya, penting agar efektivitas program dapat terus dipantau dan ditingkatkan.

Tak hanya itu, ia juga mendorong Pemkot Surabaya menginisiasi program pelayaran kebangsaan bekerja sama dengan Koarmada II. Program ini bisa melibatkan pelajar dan remaja yang berprestasi untuk mengikuti pelayaran sebagai ajang pembentukan karakter pemimpin masa depan.

“Melalui pelayaran ini, pelajar bisa belajar tentang kebhinekaan, geopolitik, nasionalisme, serta potensi ancaman disintegrasi bangsa. Ini akan menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus berprestasi,” tandas Fathoni.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah