Ekonomi Lokal Terdongkrak, Homestay Sekitar Pura Mandhara Giri Semeru Agung Dibanjiri Pengunjung - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Ekonomi · 12 Jul 2025 17:05 WIB ·

Ekonomi Lokal Terdongkrak, Homestay Sekitar Pura Mandhara Giri Semeru Agung Dibanjiri Pengunjung


 Ekonomi Lokal Terdongkrak, Homestay Sekitar Pura Mandhara Giri Semeru Agung Dibanjiri Pengunjung Perbesar

Lumajang, – Rangkaian acara Piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, di Desa/Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, tak hanya menjadi peristiwa spiritual tahunan bagi umat Hindu dari Bali dan berbagai daerah lain.

Acara sakral ini juga membawa dampak positif yang sangat terasa bagi perekonomian masyarakat lokal, khususnya di sektor penyediaan akomodasi.

Pengurus Harian Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Wira Dharma menyampaikan selama prosesi Piodalan, jumlah kunjungan umat Hindu meningkat drastis, bahkan mencapai lebih dari 1.500 orang per hari.

Baca juga: Cok Ace: Budaya Bisa Satukan Daerah, Bali Siap Dukung Kegiatan Budaya Lumajang

“Yang datang bisa seribu lebih per hari. Karena hotel-hotel penuh, banyak umat memilih tinggal di homestay milik warga. Homestay masyarakat ini banyak kekurangan (kamar), karena semua penuh,” kata Wira.

Dengan durasi acara yang berlangsung selama 11 hari, total kunjungan diperkirakan bisa mencapai lebih dari 15.000 orang, meskipun angka pastinya belum dapat dipastikan.

Fenomena ini secara langsung meningkatkan permintaan akan penginapan. Homestay milik warga setempat menjadi alternatif utama bagi para umat yang datang dari jauh.

Baca juga: Ekonomi Desa Bangkit Lewat Tradisi: Piodalan Jadi Magnet UMKM Lokal

Tarif penginapan pun bervariasi, mulai dari Rp100.000, Rp150.000 hingga Rp200.000 per malam, tergantung pada fasilitas dan lokasi homestay.

“Tarif hari ini ya ada yang seratus, ada yang seratus lima puluh ribu. Yang di dalam pura, atau dekat, biasanya lebih tinggi. Tapi itu wajar sesuai kapasitas dan fasilitasnya,” tambahnya.

Ia berharap ke depan fasilitas homestay bisa terus ditingkatkan agar mampu menampung lebih banyak tamu dengan kualitas layanan yang lebih baik.

Wisnu, seorang warga Bali, mengungkapkan pengalaman spiritualnya bersama keluarga saat menghadiri acara Piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung.

Acara sakral ini menjadi momen penting bagi Wisnu dan keluarganya untuk melakukan sembahyang dan memperkuat ikatan batin dengan Tuhan.

Setelah menyelesaikan ibadah dengan khusyuk, Wisnu dan keluarganya tidak langsung kembali ke Bali. Ia memilih untuk beristirahat sejenak di sebuah homestay terdekat.

“Saya bersama keluarga sengaja tidak langsung balik ke Bali. Karena perjalanannya jauh, jadi saya memilih untuk beristirahat di homestay,” ujar Wisnu.

Artikel ini telah dibaca 80 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPR Surabaya November 2025 Diprediksi 489,4, Lebih Tinggi dari September

20 Desember 2025 - 13:43 WIB

Ratusan Ternak Berhasil Diselamatkan, Pemerintah Perkuat Bantuan Pakan di Masa Darurat Semeru

20 November 2025 - 20:36 WIB

Kadin Lumajang Genjot Transformasi Digital Demi Ciptakan Desa Berdaya Saing di Tengah Persaingan Global

16 November 2025 - 16:54 WIB

Jika Disetujui, UMK Lumajang 2026 Berpotensi Tembus Rp 2,6 Juta

16 November 2025 - 11:03 WIB

Pemberdayaan Ekonomi Lokal Melalui Festival UMKM dan Pesona Budaya 2025

8 November 2025 - 20:38 WIB

Lumajang Kurangi Ketergantungan Bantuan, PKH Cetak Ratusan Keluarga Mandiri

2 Oktober 2025 - 11:03 WIB

Trending di Ekonomi