Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Meningkat, 44 Kali Letusan dalam 24 Jam - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 20 Jul 2025 14:12 WIB ·

Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Meningkat, 44 Kali Letusan dalam 24 Jam


 Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Meningkat, 44 Kali Letusan dalam 24 Jam Perbesar

Lumajang, – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, tercatat sebanyak 44 kali letusan dan 18 kali gempa guguran, menandakan adanya dinamika yang cukup intens di dalam tubuh gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Informasi ini disampaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui laporan resmi pos pengamatan Gunung Api Semeru.

Letusan terbaru terjadi pada Minggu pagi (20/7/25) pukul 10.12 WIB, dengan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak gunung. Arah sebaran abu tercatat menuju barat daya.

Baca juga: Rentetan 64 Gempa Guncang Lumajang-Probolinggo Selama 3 Hari, BMKG: Tipe Swarm Earthquake

Petugas pemantau Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menjelaskan bahwa kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal.

“Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 112 detik,” ujarnya dalam laporan tertulis.

Baca juga: Cuaca Cerah, Gunung Lamongan Tetap Aktif, 94 Kali Gempa dalam Sehari

Selain letusan, 18 kali gempa guguran juga terekam, yang menunjukkan adanya pergerakan material dari lereng gunung. Rentang amplitudo gempa letusan berkisar antara 12 hingga 22 milimeter, dengan durasi antara 45 hingga 168 detik.

PVMBG menegaskan bahwa meski belum ada dampak signifikan terhadap permukiman warga, frekuensi dan intensitas aktivitas vulkanik ini perlu diwaspadai.

Aktivitas seismik yang terus terjadi menjadi indikator bahwa kondisi di dalam gunung masih labil.

Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level II (Waspada). Masyarakat serta pengunjung diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif, ditambah sektor 8 kilometer ke arah tenggara, serta 500 meter dari tepi aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

“Kami juga mengingatkan warga agar menjauhi daerah sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak, mengingat potensi awan panas dan aliran lahar masih bisa terjadi, terutama saat hujan deras turun di area puncak,” tambah Mukdas.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Gratiskan Layanan Rekomendasi BBM Bersubsidi untuk Usaha Mikro

5 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter di Atas Puncak

5 Agustus 2026 - 08:53 WIB

BPBD Lumajang Optimalkan Dua Pos Aju untuk Perkuat Peringatan Dini Gunung Semeru

3 Agustus 2026 - 09:49 WIB

MBG Lumajang Tersendat, 16 Sekolah dan Posyandu Gagal Terima Distribusi

30 Juli 2026 - 20:07 WIB

Keluhan MBG Ramai di Media Sosial, BGN Sebut Dana Belum Cair

30 Juli 2026 - 12:20 WIB

Penutupan Piodalan Pura Mandhara Giri Semeru Agung Perkuat Hubungan Lumajang dan Bali

10 Juli 2026 - 14:31 WIB

Trending di Nasional