Pujo Wali Pura Mandhara Giri Semeru Agung Jadi Titik Temu Spiritual Jawa dan Bali - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 22 Jul 2025 08:33 WIB ·

Pujo Wali Pura Mandhara Giri Semeru Agung Jadi Titik Temu Spiritual Jawa dan Bali


 Pujo Wali Pura Mandhara Giri Semeru Agung Jadi Titik Temu Spiritual Jawa dan Bali Perbesar

Lumajang, – Dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan, ribuan umat Hindu dari berbagai penjuru Jawa Timur dan Bali berkumpul dalam acara Pujo Wali di Pura Mandhara Giri Semeru Agung.

Tak sekadar seremonial, Pujo Wali ini menjadi simbol kuat penyatuan dua pusat kebudayaan Hindu yang selama ini tumbuh berdampingan, Bali dan Jawa Timur.

Bertemakan “Menyatukan Bakti, Menyatukan Nusantara”, acara Penutup Piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, yang berlangsung Senin (21/7/25), ini membuktikan bahwa spiritualitas Hindu bukan hanya milik Bali Di Jawa Timur.

Kehidupan beragama umat Hindu berkembang dinamis, meski kerap tersembunyi di lereng-lereng bukit, desa-desa terpencil, dan pelosok kota.

Pura Mandhara Giri Semeru Agung bukan sekadar tempat ibadah. Ia menjadi semacam poros rohani bagi umat Hindu Jawa Timur yang tersebar di 32 kabupaten/kota, dengan total lebih dari 526 pura.

Baca juga: Langit Timur Jawa Kini Memiliki Landmark Baru, Aston Inn Lumajang

Lokasinya yang menantang, sebagian berada di pegunungan dan dataran tinggi, justru menguatkan makna bakti yang dijalankan, bahwa perjalanan spiritual bukanlah perkara mudah, tapi layak diperjuangkan.

“Setiap hari, umat dari ujung timur hingga ujung barat Jawa Timur datang ke pura ini. Mereka datang bukan hanya untuk sembahyang, tapi juga untuk merajut kebersamaan,” kata PHDI Jawa Timur, I gusti putu raka, Selasa (22/7/25).

Baca juga: Ribuan Umat Hadiri Pementasan Calon Arang di Pura Mandhara Giri Semeru Agung

Kehadiran umat dari Bali dalam acara Pujo Wali mempertegas ikatan batin yang telah lama terbentuk antara Jawa Timur dan Bali. Sejarah panjang persebaran Hindu, dari era Majapahit hingga era modern, menjadikan dua wilayah ini sebagai penjaga nilai-nilai dharma di Nusantara.

Selain itu, kata dia, tarian dari Madura, sesaji khas Bali, dan kidung Jawa disatukan dalam sebuah irama harmoni. “Ini bukan hanya soal warisan budaya, tapi juga soal semangat untuk menjaga keberlanjutan spiritualitas Hindu lintas pulau,” katanya.

Salah satu pesan penting dalam Pujo Wali tahun ini adalah tentang kesinambungan. Para pemuka umat dan tokoh adat menekankan pentingnya memikirkan masa depan Hindu di luar Bali 10, 20, bahkan 40 tahun mendatang.

“Generasi muda harus didorong menjadi penjaga tradisi, pelestari dharma, dan penggerak komunitas,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Merah Putih di Antara Tradisi dan Langit B29

17 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Tangis Gibran Pecah di Hari Kemerdekaan, Lahir 17 Agustus dengan Berat 3,2 Kilogram

17 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Pantau Aktivitas Semeru, BPBD Lumajang Andalkan CCTV hingga Sistem EWS Berbasis AI

14 Agustus 2026 - 10:14 WIB

DPRD Jatim Minta Kontribusi Kendaraan Listrik terhadap Jalan Tak Dipukul Rata

12 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Karhutla TNBTS Meluas, Api Capai B29 dan Mengarah ke Sabana Pasuruan

9 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Api Masih Membakar Hutan TNBTS Lumajang, Water Bombing Dilakukan untuk Jangkau Titik Sulit

9 Agustus 2026 - 07:24 WIB

Trending di Nasional