Kisah Sukses PKH: Transformasi Lamisih yang Inspiratif - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 7 Agu 2025 05:21 WIB ·

Lamisih, Dari Penerima Bantuan Jadi Pengusaha Gula Aren yang Mandiri


 Lamisih, Dari Penerima Bantuan Jadi Pengusaha Gula Aren yang Mandiri Perbesar

Pemerintah terus mendorong kemandirian warga melalui program perlindungan sosial. Dari Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Lumajang, muncul kisah inspiratif seorang ibu rumah tangga bernama Lamisih. Ia membuktikan bahwa bantuan sosial bukan akhir, tapi pijakan untuk bangkit.

Dulunya, Lamisih tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Namun kini, ia lulus mandiri—berarti keluar dari PKH karena telah mampu mencukupi kebutuhannya sendiri. Keputusan itu diambil tanpa paksaan, melainkan atas kesadaran bahwa orang lain juga membutuhkan bantuan seperti dirinya dulu.

“Bu Lamisih luar biasa. Kini beliau punya usaha gula aren semut yang berkembang. Ia memilih mundur dari PKH dengan kesadaran sendiri. Ini contoh inspiratif,” ujar Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, saat mengunjungi rumah Lamisih, Selasa (5/8/2025).

Graduasi mandiri seperti ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan tepat, seseorang bisa bangkit dan mandiri. Kini, Lamisih tak hanya menghidupi keluarganya, tapi juga membuka peluang kerja kecil di desanya. Ia menjadi harapan baru bagi tetangganya.

Lebih dari sekadar keluar dari program bantuan, Lamisih membuktikan bahwa keberanian berubah, kemauan belajar, dan kerja keras adalah kunci sukses. Ia memulai usaha dari nol dan kini sudah memasarkan produk gula aren semut ke berbagai wilayah.

Wabup Yudha juga mengapresiasi peran pendamping sosial PKH, yang dinilainya sebagai pahlawan di lapangan. Tanpa mereka, menurutnya, kisah sukses seperti Lamisih sulit terwujud.

“Program PKH sekarang bukan hanya bantuan, tapi sarana pemberdayaan masyarakat. Ini sejalan dengan visi besar Asta Cita—mewujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera,” tambahnya.

Kini, Lamisih menjadi panutan. Keberaniannya melepas bantuan dan memilih mandiri adalah bukti bahwa kemiskinan bisa dilawan, jika diberi kesempatan dan kepercayaan.

“Kita doakan rezekinya semakin luas, dan semoga nanti Bu Lamisih bisa membantu orang lain yang sedang berjuang,” ujar Mas Wabup.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pokir DPRD Difokuskan untuk Fasilitas Umum dan Kebutuhan Warga Karangsari

30 Mei 2026 - 21:03 WIB

BGN Hentikan Sementara Operasional Enam SPPG di Lumajang, Distribusi MBG Ikut Terhenti

30 Mei 2026 - 16:40 WIB

BGN Tutup Sementara Enam SPPG di Lumajang, Tiga Dikelola Yayasan yang Sama

30 Mei 2026 - 12:49 WIB

Enam Dapur MBG di Lumajang Ditutup Sementara, Satgas Sebut Hasil Evaluasi Berjenjang BGN

30 Mei 2026 - 12:31 WIB

Di 11 Desa Lereng Semeru, Tradisi Tengger Terus Dijaga dari Generasi ke Generasi

29 Mei 2026 - 11:40 WIB

Kambing Berkostum Tari Keliling Kampung, Tradisi Idul Adha di Lumajang Jadi Tontonan Warga

27 Mei 2026 - 12:08 WIB

Trending di Daerah